Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Celebes Explore Tribun Timur

Misteri Gantungan Botol Plastik di Lejja

Dua diantaranya ada dekat gasebo berkolam air panas dan satunya tepat berdiri di atas keluarnya mata air panas Lejja

Penulis: Ridwan Putra | Editor: Anita Kusuma Wardana
RIDWAN PUTRA
Fenomena gantungan botol di pohon yang ada di kawasan permandian Lejja, Soppeng 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ridwan Putra

TRIBUN-TIMUR.COM, SOPPENG-Ada beberapa pohon besar di kawasan obyek wisata permandian air panas
Lejja, Desa Bulu, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, yang cukup unik dibanding pepohonan rindang dan menjulang di tempat ini.

Dua diantaranya ada dekat gasebo berkolam air panas dan satunya tepat berdiri di atas keluarnya mata air panas Lejja yang letaknya ujung putaran tangga naik ke mata air tersebut.

Dua pohon itu lebih menonjol dibading pepohonan lain yang merindangi kawasan permandian air panas Lejja. Selain ukurannya besar dan tinggi, puluhan botol plastik air mineral berkas digantung di batang dan akar-akar pohon tersebut.

Isi botol kebanyakan hanya air. Namun, beberapa botol diisi kertas dan ada yang ditulisi kalimat berisi permohonan, nama orang, dan tulisan lainnya.

Namun, jumlah botol plastik minuman bekas itu lebih ramai ditemukan bergelayutan dan diikat di pohon besar yang akarnya dilalui mata air Lejja yang mengalir ke bawah dan ke dua kolam permandian.

Botol-botol plastik bekas yang tampak mengotori dua pohon besar dan beberapa pohon sekitarnya itu sengaja dipasang oleh pengunjung. Katanya, botol yang diisi air dan ada yang berisi kertas itu sebagai
bentuk persembahan pengunjung yang menitip doa atau keinginan-keinginannya agar segera tercapai.

Pengelola obyek wisata air panas Lejja juga tak melarang pengunjung menggantungkan botol minuman plastik bekas di pohon tersebut. “Tapi kalau sudah terlalu banyak dan mengotori pepohonan, saya bersihkan
semua,” ungkap pengelola obyek wisata air panas Lejja, Amiruddin yang akrab disapa Mare, belum lama ini.

Menurutnya, kebiasaan beberapa pengunjung yang datang dan menaruh botol plastik berisi air maupun kertas dalam botol minuman bekas di pohon besar tersebut mungkin hendak meniru tradisi nenek moyang dulu.

“Tetapi orang dulu bukan begitu bentuknya dan bukan dilakukan di pohon ini. Saya biasa bilang sama pengunjung yang seperti itu, kalau mau minta sesuatu mintalah sama Allah, sama Tuhan. Bukan disini tempatnya
(berdoa di pohon),” terang Mare, PNS Pemkab Soppeng yang teah puluhan tahun ditugaskan menjaga dan mengelola obyek wisata Lejja yang masuk kawasan Hutan Lindung tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved