Berburu Madu Hingga Tawanga Sulawesi Tenggara
Koperasi MPU Desa Tawanga binaan AgFor memproduksi madu tiris
Penulis: Suryana Anas | Editor: Suryana Anas
“Sedangkan madu tiris, tidak bersentuhan langsung dengan tangan sama sekali sehingga kebersihan dan higenitasnnya benar-benar terjaga,” ujar Kusman, Ketua
Koperasi MPU Desa Tawanga saat kunjungan media ke lokasi desa binaan AgFor yang digelar Senin-Rabu (15-17/2/2016).
Anda bisa mendapatkan madu tiris ini di Koperasi MPU Desa Tawanga yang dibina tim Agfor AgFor (Agroforestry and Forestry) Sulawesi World Agroforestry Centre (ICRAF).
Secara ekonomi, nilai jual madu tiris lebih tinggi dibanding dengan madu peras. Harga madu tiris untuk ukuran 250 gram mencapai Rp 50 ribu sedangkan untuk madu peras untuk 1 kg hanya Rp 60 ribu.
Selain itu, tim kelompok tani binaan AgFor melakukan pengambilan madu hutan dengan cara lestari yang ramah ligkungan.
“Saat memanen, mereka hanya mengambil kepala sarangnya saja sehingga bisa cepat dalam memproduksi madu lagi,” ujar Mahrizal, Koordinator AgFor Kendari.
Ia pun berharap produksi madu tiris di desa ini terus meningkat sejalan dengan pembinaan yang terus dilakukan oleh Tim AgFor.
Sinonggi
Saat mengunjungi suatu daerah, tak afdol rasanya jika tak mencicipi makanan khas. Salah satu makanan khas daerah di sini adalah sinonggi.
Kebetulan saat kami menginap di rumah Kepala Desa Tawanga, kami disuguhi makanan khas berbahan dasar sagu.
Sinonggi mirip dengan kapurung, makanan khas Palopo Sulawesi Selatan.
Namun yang membedakan adalah sinonggi bisa dimakan dimakan dengan kuah pallu mara (ikan masak kuah kuning) kuah ayam masak, ataupun dengan kuah sayur.
Sinonggi akan terasa lengkap dengan sambal dan perasan jeruk khas daerah ini. Warga menamainya jeruk tolaki. Sensasi harum jeruk tolaki akan membuat Anda tergoda untuk menikmati makanan khas ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/madutawanga_20160220_113635.jpg)