Awas! Jangan Salah Makan, Makanan Lezat Ini Ternyata Berbahan Tikus
Cicipi saja dulu, mungkin Anda akan suka ...
Dan proses ini menghasilkan “bau yang luar biasa busuk”, kata Gates, dan ada “rasa pahit di bagian kulitnya”. Tapi bagian dalamnya baik-baik saja.
“Daging dan kulit di bagian dalam tikus benar-benar lezat,” katanya.
Tikus-tikus Lezat di Seluruh Dunia
Sejarah manusia makan tikus sudah ada sejak beberapa abad lalu.
Menurut penelitian akademis dari Universitas Nebraska, Lincoln, tikus menjadi makanan pada Dinasti Tang (618-907 M) dan disebut “rusa rumahan”.
Satu hidangan khas Dinasti Tang adalah anakan tikus yang diisi dengan madu sehingga, menurut penulis, “bisa dengan mudah diambil menggunakan sumpit”.
Sampai 200 tahun lalu, kiore atau Rattus exulans, kerabat dekat tikus rumah, dimakan oleh banyak etnis Polynesia, termasuk bangsa Maori dari Selandia Baru.
“Di masa pra-Eropa, Pulau Selatan Selandia Baru adalah sumber utama kiore, yang diawetkan dan dimakan dalam jumlah besar, terutama pada musim dingin,” kata Jim Williams, peneliti dari Universitas Otago di Selandia Baru.
Menurut Ensiklopedia Selandia Baru, kiore adalah hidangan untuk menjamu tamu, dan bahkan digunakan sebagai mata uang, ditukarkan pada upacara pernikahan.
Tikus juga secara reguler dimakan di Kamboja, Laos, Myanmar, sebagian Filipina dan Indonesia, Thailand, Ghana, Cina, dan Vietnam, kata Grant Singleton, dari Institut Penelitian Beras Internasional, IRRI, di Filipina.
Singleton mengatakan, dia sudah makan daging tikus sedikitnya enam kali di Delta Mekong, Vietnam. Dan rasanya? “Kalau tikus sawah, rasanya lebih tebal, seperti kelinci,” katanya.
Singleton juga pernah makan tikus di dataran tinggi Laos dan di delta di Myanmar.
Di Laos, menurutnya, petani di provinsi dataran tinggi di utara bisa mengidentifikasi sedikitnya lima spesies tikus dari rasanya.
Di Afrika, beberapa komunitas punya tradisi lama makan tikus.
Di Nigeria, misalnya, tikus raksasa Afrika adalah favorit bagi semua kelompok etnis, kata Mojisola Oyarekua, dari Universitas Sains dan Teknologi Ifaki-Ekiti (Usti) Nigeria.
“(Tikus) dianggap hidangan istimewa dan lebih mahal jika dibandingkan dengan daging sapi atau ikan. Rasanya lezat dan bisa dipanggang, dikeringkan, atau direbus,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tikus-20.jpg)