Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pria Ini Masukkan Tangan di Kemaluan Istrinya Sebab Ditolak "Begituan"

Dia duduk di samping mayat istrinya sambil mabuk-mabukan selama sekitar enam jam.

Tayang:
Editor: Edi Sumardi

Rajiv kini ditahan di Markas Kepolisian Bithri, India, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasus di Medan

Tak hanya di India ada kasus suami aniaya istri karena urusan hubungan badan.

Di Medan, Sumatera Utara, kasus serupa juga terjadi.

Kasus penganiayaan yang diduga dilakukan Lurah Sei Kera Hilir I, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, MI berbuntut panjang. Camat Medan Perjuangan, Dedy JP Harahap turun tangan memanggil MI. Namun MI mangkir.

“Saya memanggil dia untuk memberikan keterangan secara tertulis sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Tapi sampai saat ini dia tak datang. Ponselnya juga tidak aktif,” kata Dedy di Medan, Senin kemarin.

Dedy menjelaskan, MI sudah memberikan keterangan secara lisan, tapi keterangan itu kurang kuat untuk dibawa kepada pimpinan. “Keterangannya kepada saya jauh sekali bedanya dengan berita yang beredar. Menurut MI dia tidak menganiaya istrinya, saat terjadi perselisihan, istrinya mau pergi membawa anaknya, sehingga terjadi tarik-menarik dan istrinya terkena siku MI,” ucap Dedy.

Sementara itu, di Mapolresta Medan, kasus penganiayaan yang dilakukan MI terhadap isterinya EA belum ditindaklanjuti. Ketika dikonfirmasi Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polresta Medan, AKP Parulian Lubis malah balik bertanya kepada wartawan.

“Tolong beritahu saya berapa nomor laporannya. Biar saya kroscek lagi, ya,” kata Parulian. (Baca: Ditolak Berhubungan Intim, Seorang Lurah Aniaya Istri)

Sebelumnya diberitakan, MI, dituduh melakukan kekerasan terhadap istrinya, EA. MI disangka melakukan penganiayaan setelah ajakan berhubungan intim ditolak sang istri. EA menceritakan, penganiayaan terjadi di rumah mereka di Komplek Griya Tanjung Sari, Medan.

Awalnya, suaminya mengajak berhubungan badan. Namun, EA menolak karena sedang menstruasi. MI disebut tidak peduli. Dia lantas pergi ke apotik membeli obat perangsang untuk istrinya. Namun, EA tetap menolak ajakan suaminya.

MI pun semakin naik pitam, tetapi tidak ada penganiayaan. Baru pada keesokan harinya, Sabtu (31/7/2015) pagi, MI melampiaskan kemarahan kepada istrinya. Pukulan demi pukulan mendarat ke wajah dan kepala EA.

Tak terima dengan perlakuan itu, EA melaporkan suaminya ke Mapolresta Medan. Ternyata, penganiayaan yang dialaminya bukan sekali ini saja terjadi. "Ini bukan yang pertama, sudah berkali-kali aku (dianiaya) kayak gini," kata EA setelah membuat laporan.(mynewshub/agensi/my metro online/kompas.com)

Halaman 2/2
Tags
India
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved