Pria Ini Masukkan Tangan di Kemaluan Istrinya Sebab Ditolak "Begituan"
Dia duduk di samping mayat istrinya sambil mabuk-mabukan selama sekitar enam jam.
TRIBUN-TIMUR.COM – Seorang pria bernama Rajiv Sharma nekad membunuh istrinya Meenu Sharma.
Pembunuhan itu dipicu kekesalan Rajiv karena Meenu menolak diajak berhubungan badan.
Padahal, mereka telah menjadi pasangan suami-istri selama 15 tahun dan telah dikarunai seorang putra berusia 10 tahun.
Demikian dikutip dari Mynewshub.cc, Senin (28/9/2015).
Menurut sumber, Rajiv adalah paranoid (gangguan mental yang diderita seseorang yang meyakini bahwa orang lain ingin membahayakan dirinya) dan mengklaim istrinya sempat pergi menemui pria lain di ibu kota.
Sebelum kejadian, menurut saksi mata, sempat terdengar keributan.
Kemungkinan Rajiv dan Meenu cekcok terkait masalah keretakan rumah tangga.
Mabuk-mabukan
Usai membunuh, Rajiv duduk di samping mayat istrinya sambil mabuk-mabukan selama sekitar enam jam di dalam rumahnya, kampung Nariyawal, daerah Bareilly, India.
Kakak korban mengetahui kelakukan bejat Rajin dan kemudian melaporkan kejadian ini kepada polisi.
"Begitu tiba di tempat kejadian, kami menemukan korban itu berlumuran darah, sementara suaminya duduk di sebelah. Namun, tidak ada luka pada tubuh, hanya darah yang banyak, "kata pejabat polisi Santosh Kumar.
Sebelum itu, polisi disulitkan untuk membujuk Rajiv membuka pintu pagar rumahnya.
Rajiv sempat mengunci pintu dan pagar agar tidak ada orang lain masuk ke rumahnya.
Menurut polisi, Rajiv mengaku bertanggungjawab atas pembunuhan istrinya dan mengatakan, dia memasukkan lengan kanannya ke dalam alat kelaminnya sehingga menyebabkan kematian.
"Meskipun dia mengaku menyebabkan kematian istrinya, kami masih menunggu laporan otopsi untuk menentukan penyebab pasti kematian," kata petugas penyidik.
Rajiv kini ditahan di Markas Kepolisian Bithri, India, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kasus di Medan
Tak hanya di India ada kasus suami aniaya istri karena urusan hubungan badan.
Di Medan, Sumatera Utara, kasus serupa juga terjadi.
Kasus penganiayaan yang diduga dilakukan Lurah Sei Kera Hilir I, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, MI berbuntut panjang. Camat Medan Perjuangan, Dedy JP Harahap turun tangan memanggil MI. Namun MI mangkir.
“Saya memanggil dia untuk memberikan keterangan secara tertulis sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Tapi sampai saat ini dia tak datang. Ponselnya juga tidak aktif,” kata Dedy di Medan, Senin kemarin.
Dedy menjelaskan, MI sudah memberikan keterangan secara lisan, tapi keterangan itu kurang kuat untuk dibawa kepada pimpinan. “Keterangannya kepada saya jauh sekali bedanya dengan berita yang beredar. Menurut MI dia tidak menganiaya istrinya, saat terjadi perselisihan, istrinya mau pergi membawa anaknya, sehingga terjadi tarik-menarik dan istrinya terkena siku MI,” ucap Dedy.
Sementara itu, di Mapolresta Medan, kasus penganiayaan yang dilakukan MI terhadap isterinya EA belum ditindaklanjuti. Ketika dikonfirmasi Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polresta Medan, AKP Parulian Lubis malah balik bertanya kepada wartawan.
“Tolong beritahu saya berapa nomor laporannya. Biar saya kroscek lagi, ya,” kata Parulian. (Baca: Ditolak Berhubungan Intim, Seorang Lurah Aniaya Istri)
Sebelumnya diberitakan, MI, dituduh melakukan kekerasan terhadap istrinya, EA. MI disangka melakukan penganiayaan setelah ajakan berhubungan intim ditolak sang istri. EA menceritakan, penganiayaan terjadi di rumah mereka di Komplek Griya Tanjung Sari, Medan.
Awalnya, suaminya mengajak berhubungan badan. Namun, EA menolak karena sedang menstruasi. MI disebut tidak peduli. Dia lantas pergi ke apotik membeli obat perangsang untuk istrinya. Namun, EA tetap menolak ajakan suaminya.
MI pun semakin naik pitam, tetapi tidak ada penganiayaan. Baru pada keesokan harinya, Sabtu (31/7/2015) pagi, MI melampiaskan kemarahan kepada istrinya. Pukulan demi pukulan mendarat ke wajah dan kepala EA.
Tak terima dengan perlakuan itu, EA melaporkan suaminya ke Mapolresta Medan. Ternyata, penganiayaan yang dialaminya bukan sekali ini saja terjadi. "Ini bukan yang pertama, sudah berkali-kali aku (dianiaya) kayak gini," kata EA setelah membuat laporan.(mynewshub/agensi/my metro online/kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mayat-meninggal-wanita_20150928_205052.jpg)