Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Korban Flyover Makassar

Mengharukan, Ternyata Gadis Cantik Sartika Ini Sibuk Tiap Pulang Kerja

"Pergimi anakku kasian," ucap Hj Nia lagi dengan suara parau, air matanya berlinang.

Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Ilham Mangenre
sanovra/ilo/fb/tribun-timur.com
Kuping bahu jembatan layang, Flyover, Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar, yang mengakibatkan gadis berparas cantik Sartika Windiguna (22) meninggal dunia, Selasa (1/8/2015) malam. 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM- Sartika Windiguna (22), gadis beraparas cantik yang meninggal akibat terjatuh dari jembatan layang, flyover, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (1/9/2015) sore, ternyata tidak hanya kuat mencari nafkah melainkan rajin mendidik anak-anak mengaji. 

“Kalau pulangmi kerja itu kasian, pergimi itu ajari anak-anak di masjid mengaji, rajin itu anakku. Pendiam, tidak banyak bicara, penyabar, kuat kerja dan mengajar,” kata ibunda almarhumah, Hj Nia (57), di kediaman duka, Jl Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Rabu (2/9/2015) sore, setelah Sartika baru saja dikebumikan di Sudiang.

"Pergimi anakku kasian," ucap Hj Nia lagi dengan suara parau, air matanya berlinang.

Sebelum menghembuskan napas terakhir dua hari lalu, Sartika, bekerja sebagai karyawati toko alat tulis kantor (ATK) Kristal, di Jl Sulawesi, Makassar.

Ayahanda almarhumah, Haji Suardi (57), juga mengakui putri bungsunya itu anak yang taat ibadah dan mengajar al-Qur'an.

"Anakku ini kasian boleh dikata tulang punggung keluarga, karena dia bekerja dan bantu kami, eh sibuk juga mengajar anak-anak mengaji," kata Suardi.

Ayahanda almarhumah Sartika Windiguna, Haji Suaridi (57). 

"Sartika ji itu yang bekerja diantara lima anakku. Kuat, pulang kerja, pergi masjid salat magrib dan sudah pi mengajari anak-anak ngaji baru pulang ke rumah," Suardi mengenang putrinya, matanya terlihat berair

Kalimat Terakhir

Hajjah Nia mengaku begitu terpukul mendengar kalimat terakhir Sartika Windiguna meninggal dunia.

“Bu..sakit perutku bu, kakiku juga ibu," kata Hajjah Nia menirukan kalimat terakhir Sartika, di kediaman duka, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu (2/8/2015).

Sartika menghembuskan napas terakhir di ruang unit gawat darurat (UGD) Rumah Sakit Islam Ibnu Sina, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (1/9/2015), sekitar pukul 19.35 wita.

[baca juga: Jilbab Sartika Nyangkut di Tembok Flyover, Sebelum Tubuhnya Jatuh]

Gadis berparas cantik itu meninggal, kurang lebih sejam kemudian, setelah terjatuh dari jembatan layang, flyover, Jl Urip Sumoharjo.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved