Jaman Sekarang, IQ Menurun akibat 5 Kebiasaan Ini, Termasuk Multitasking
Microsoft mengatakan, rentang ingatan otak kita telah menurun, dari rata-rata 12 detik 15 tahun yang lalu, menjadi 8 detik saat ini.
Memiliki informasi tak terbatas setiap saat, merupakan keberuntungan sekaligus bencana bagi syaraf.
Dengan mudah bisa mencari alamat, resep, nomor telepon, melalui Google berarti kita jadi tidak terlalu mengandalkan memori sendiri.
Hipokampus otak berhubungan dengan ingatan yang paling baru.
Googling mempengaruhi teknik penyimpanan memori tersebut.
Sebagai contoh, penelitian yang dilakukan Columbia University menunjukkan saat ini kita lebih mungkin untuk mengingat di mana kita menyimpan informasi daripada isi informasi itu sendiri.
Microsoft mengatakan, rentang ingatan otak kita telah menurun, dari rata-rata 12 detik 15 tahun yang lalu, menjadi 8 detik saat ini.
4. Terlalu banyak gula
Studi UCLA di tahun 2012 yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa terlalu banyak fruktosa – gula yang ditemukan pada buah-buahan, madu dan sayuran – efektif memperlambat otak dengan mempengaruhi kemampuan insulin untuk membantu sel-sel otak mengubah gula menjadi energi untuk berpikir.
Namun, mengonsumsi omega 3 bisa melawan masalah tersebut.
5. Mengunyah permen karet
Belum lama ini, kita masih mengira bahwa mengunyah permen karet baik untuk kesehatan kita. Ahli syaraf, Earl Miller mengatakan: “Mengunyah permen karet merupakan latihan fisik yang memperlancar aliran darah ke otak, meningkatkan fungsi kognitif dengan memberikannya energi ekstra,” katanya.
Namun, eksperimen terbaru justru menunjukkan hal berbeda.
Mengunyah permen karet justru mengalihkan perhatian partisipan dari tugas mengingat jangka pendek seperti mempelajari urutan barang dari sebuah daftar. (Intisari-online/telegraph.co.uk)