Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jaman Sekarang, IQ Menurun akibat 5 Kebiasaan Ini, Termasuk Multitasking

Microsoft mengatakan, rentang ingatan otak kita telah menurun, dari rata-rata 12 detik 15 tahun yang lalu, menjadi 8 detik saat ini.

Editor: Ilham Mangenre
net
ilustrasi, tunduk lihat ponsel 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM- Hasil penelitian, berpikir multitasking, contohnya: menyetir sambil menelepon, adalah termasuk kebiasaan sehari-hari yang menyebabkan skor kecerdasan manusia saat ini menurun.

Para ahli mengakui, semua hal di dunia modern mulai dari teknologi hingga kebiasaan makan bisa mengikis kemampuan otak, menyerang pusat syaraf dan membuat kita lebih lambat dan kurang gagasan.

Seperti diberitakan Intisari, Senin (24/8/2015) dari telegraph.co.uk, berikut ini, lima kebiasaan sehari-hari yang menurunkan tingkat IQ (Intelegent Quotient) :

1.  Multitasking

Earl Miller, ahli syaraf di Massachusetts Institute of Technology, mengatakan: “Otak kita tidak terpasang untuk multitasking.

Ketika orang-orang berpikir sedang multitasking, sebenarnya mereka hanya berpindah dari satu tugas ke tugas lainnya dengan cepat.

Dan setiap kali mereka melakukan hal tersebut, ada ‘biaya kognitif’ yang dikeluarkan,”.

Saat multitasking, kita menggunakan glukosa yang merupakan ‘bensin otak’ lebih cepat, sehingga membuat pikiran kita bekerja dua kali lebih banyak dan kelelahan.

Mengecek e-mail di tengah-tengah pekerjaan bisa menurunkan IQ kita hingga 10 poin. Miller menambahkan, multitasking bisa membahayakan kita.

Contohnya saat menyetir sambil menelepon. Kapasitas kognitif kita yang terbatas menandakan kita tidak bisa fokus pada tugas yang terlalu banyak.

2. Mengonsumsi makanan tinggi lemak

Mengonsumsi lemak jenuh dalam porsi besar seperti bacon, roti panggang dan telur dadar menghambat fungsi dopamin otak, neurotransmitter penting yang bertanggung jawab untuk motivasi.

Studi dari University of Montreal menemukan bahwa konsumsi lemak yang tinggi menyebabkan “gangguan fungsi sirkuit otaksehingga menyebabkan gangguan mood, kecanduan narkoba, dan makan berlebihan”.

Sama seperti narkotika, semakin banyak lemak jenuh yang kita konsumsi, maka semakin besar kita menginginkannya lagi supaya mendapatkan “perasaan senang”.

3. Googling

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved