Muktamar ke 47 Muhammadiyah

Bazar Muktamar, Pedagang Sutra Sengkang Beromzet Rp 20 Juta Sehari

Di Stan Bazar Muktamar Muhammadiyah Makassar di Monumen Mandala

Bazar Muktamar, Pedagang Sutra Sengkang Beromzet Rp 20 Juta Sehari
TRIBUN TIMUR/MUH HASIM ARFAH
Stan Bazar Muktamar Muhammadiyah Makassar di Monumen Mandala, Jl Jenderal Soedirman, Makassar, Selasa (4/8/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Pedagang Sutra, Syamsuddin Alias Acho pun tak henti mengobral barang dagangan berupa sutra khas Sengkang Wajo di Stan Bazar Muktamar Muhammadiyah Makassar di Monumen Mandala, Jl Jenderal Soedirman, Makassar.

Owner Piala Sutra ini dengan cekatan memberikan harga kepada penawaran dagangannya yang berasal dari Jawa Tengah.

“Ini berapa toh mas? Ini bagus warnanya?” kata Peserta Muktamar asal Yogyakarta, Ahmad Hanif , Rabu (5/8/2015).

“Harga pasnya cuman Rp 150 ribu, itu sutra langsung dari Sengkang, pusat sutra di Sulsel,” jawab Acho.

Sembari melayani pembeli yang terus berdatangan, Acho mengungapkan setiap hari sebanyak Rp 20 juta masuk ke kantongnya.

“Ini sangat lumayan dan jauh dari pendapatan kami selama ini,” kata Acho sembari menyuruh dua karyawannya mencari sutra pesanan pembeli.

Acho menjual sutranya paling murah Rp 150 ribu untuk lengang panjang sedangkan paling mahal Rp 200 ribu per buah.

“kita punya pabrik sendiri dan tak ada beli-beli di luar,” kata pedagang Pasar Sentral ini.

Selain Acho, Batu Akik menjadi buruan utama penggembira dan anggota Muktamar Muhammadiyah. Batu khas Kabupaten Enrekang Sissi Naga dan Batu Bacan Doko menjadi buruan utama muktamirin.

“Yah, kita beli untuk oleh-oleh saja untuk keluarga, kebetulan saya mau bawa oleh khas batu ke padang,” kata Rizky, penggembira dari Padang.

Owner Sarkis Gemstone, Dody mengakui mendapatkan keuntungan seratus persen dari hari biasa.

“Kalau setiap hari kita hanya mendapatkan paling tinggi Rp 3 juta, saat ini dengan muktamar kita bisa mendapatkan lebih dari Rp 6 juta,” katanya.

Baju kos dan pernak pernik Muktamar menjadi incaran para penggembira sejak pembukaan. Bahkan Penjual baju Kaos dan Kue Munawwarah kehabisan 20 lusin baju kaos saat pembukaan Bazar Muktamar oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah.

“kita pesan 20 lusin dan itu semua diborong oleh anak-anak, kita harap berkah Muktamar ada hingga penutupan nanti,” kata Fauzan, penjual Baju Kaos Muktamar. (*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved