Matahari di Indonesia Lebih Dulu 4 Jam, Kok Saudi yang Cepat Lihat Hilal?
Terbitnya matahari di Indonesia lebih dahulu atau waktu Indonesia lebih dulu empat jam dari waktu Saudi Arabia.
Editor:
Ilham Mangenre
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Petugas Rukyat mengamati posisi Hilal menggunakan teropong saat Rukyatul Hilal di atas gedung Mall GTC Makassar, Selasa (16/6/2015) sore. Pengamatan Hilal yang dilakukan oleh sejumlah lembaga keagamaan bersama BMKG Makassar tersebut dilakukan untuk penentuan awal Ramadan 1436 H. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
“Jika kalian melihat hilal, maka berpuasalah. Jika kalian melihatnya lagi, maka berhari rayalah.
Jika hilal tertutup, maka genapkanlah (bulan Sya’ban menjadi 30 hari).” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 1906 dan Muslim no. 1080). Yang dikatakan dalam hadits bukanlah hilal sekedar ada, yaitu di atas nol derajat. Namun yang dijadikan rujukan adalah hilal tersebut terlihat oleh pandangan ataukah tidak.
Dipraktekkan pula dalam penetapan puasa dan hari raya (Idul Fithri dan Idul Adha) adalah penglihatan hilal di negeri masing-masing. (Muh Abduh Tuasikal/Darush Sholihin/rumaysho.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hilal-gtcc_20150617_002925.jpg)