Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Matahari di Indonesia Lebih Dulu 4 Jam, Kok Saudi yang Cepat Lihat Hilal?

Terbitnya matahari di Indonesia lebih dahulu atau waktu Indonesia lebih dulu empat jam dari waktu Saudi Arabia.

Editor: Ilham Mangenre
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Petugas Rukyat mengamati posisi Hilal menggunakan teropong saat Rukyatul Hilal di atas gedung Mall GTC Makassar, Selasa (16/6/2015) sore. Pengamatan Hilal yang dilakukan oleh sejumlah lembaga keagamaan bersama BMKG Makassar tersebut dilakukan untuk penentuan awal Ramadan 1436 H. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM- Terbitnya matahari di Indonesia lebih dahulu atau waktu Indonesia lebih dulu empat jam dari waktu Saudi Arabia. Namun, kenapa hilal di Saudi Arabia terlihat lebih dulu daripada Indonesia?

Indonesia dari sisi bujur berada di sebelah timur, KSA (Kerajaan Saudi Arabia) berada di sebelah barat.

Dari sisi lintang, Indonesia berada di sebelah selatan kerajaan Saudi Arabia.

Sebenarnya perbedaan terbitnya hilal adalah suatu hal yang wajar. Di sana sudah terlihat hilal, di Indonesia belum.

Bahkan mungkin saja yang berada di sebelah utara dari sisi lintang melihat hilal lebih dahulu.

Sebagaimana ini pernah terjadi di masa Ibnu ‘Abbas -salah seorang sahabat Nabi yang terkemuka- di mana ada perbedaan penglihatan hilal di Madinah dan Syam.

Syam berada di sebelah utara dari kota Madinah.

Dari Kuraib, Ummu Fadhl bintu Al Harits pernah menyuruhnya untuk menemui Muawiyah di Syam, dalam rangka menyelesaikan suatu urusan.

Kuraib melanjutkan kisahnya, setibanya di Syam, saya selesaikan urusan yang dititipkan Ummu Fadhl.

Ketika itu masuk tanggal 1 ramadhan dan saya masih di Syam. Saya melihat hilal malam Jumat.

Kemudian saya pulang ke Madinah. Setibanya di Madinah di akhir bulan, Ibnu Abbas bertanya kepadaku, “Kapan kalian melihat hilal?” tanya Ibnu Abbas.

Kuraib menjawab, “Kami melihatnya malam Jumat.” “Kamu melihatnya sendiri?”, tanya Ibnu Abbas.

“Ya, saya melihatnya dan penduduk yang ada di negeriku pun melihatnya. Mereka puasa dan Muawiyah pun puasa.” Jawab Kuraib.

Ibnu Abbas menjelaskan,
لَكِنَّا رَأَيْنَاهُ لَيْلَةَ السَّبْتِ فَلاَ نَزَالُ نَصُومُ حَتَّى نُكْمِلَ ثَلاَثِينَ أَوْ نَرَاهُ

“Kalau kami melihatnya malam Sabtu. Kami terus berpuasa, hingga kami selesaikan selama 30 hari atau kami melihat hilal Syawal.”

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved