Jurnalis Tribun Berduka
Kalimat Terakhir Adin: Sakit Sekali Bunda, Nda Kuat Ma
Hanya satu kali kami mendengar ia berteriak "Astagfirullahaladzim".
Penulis: Ina Maharani | Editor: Ina Maharani
Ia pun menghubungi kami di Tribun, yang memang hanya berjarak sekitar 500 meter dari rumah sakit. Ia masih sadar saat kami tiba. Tak ada teriakan, tak ada tangisan darinya, meski kondisi kakinya yang terseret dan terlindas truk, sangat parah. Bahkan, ia tersenyum melihat kami.
Saat istrinya, Ismawati, tiba, Adin lantas memeluknya dari tempat tidur, dan mencium keningnya. Ia menceritakan peristiwa naas itu dengan singkat.
Seperti dipaparkan Imma, ia juga berkata, "Saya kuat ji de' tapi jangan tinggalkanka,".
Selama sekitar 1 jam di Bhayangkara, Adin tak pernah mengeluh. Hanya satu kali kami mendengar ia berteriak "Astagfirullahaladzim".
Adin kehilangan banyak darah. Tapi ia tetap sadar sampai ambulance tiba di Rumah Sakit Wahidin.
Di sinilah, Adin mulai kehilangan kesadaran, karena darah tak kunjung terganti. Tapi ia tak pernah mengeluh maupun menangis. Kata-kata terakhirnya diucapkan kepada istrinya.
"Ia bilang, Sakit sekali bunda, nda kuat ma', sambil menunjuk ke arah kakinya" ujar Imma. Setelah mengucapkan itu, Adin mulai tidak sadar, sampai akhirnya dokter menyatakan ia meninggal sekitar pukul 18.00 wita, saat azan magrib berkumandang.(*)