Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hingga April, Serapan Beras Bulog Sub Divre Bulukumba Baru 13 Persen

Kepala Bulog Subdivre Bulukumba, Ibrahim Wairoy, mengaku tetap optimistis bakal mencapai 100 persen sebelum Desember 2019 mendatang.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Sudirman
firki/tribunbulukumba.com
Kepala Subdivre Bulog Bulukumba, Ibrahim Wairoy, saat ditemui TribunBulukumba.com, Rabu (1/5/2019) siang. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Serapan beras petani di Perum Bulog Sub Divisi Regional (Subdivre) Bulukumba, baru mencapai 3.900 ton atau sekitar 13 persen dari target 27 ribu ton.

Kepala Bulog Subdivre Bulukumba, Ibrahim Wairoy, mengaku tetap optimistis bakal mencapai 100 persen sebelum Desember 2019 mendatang.

Baca: Diduga Korsleting Listrik, 7 Rumah di Rappokalling Makassar Ludes Dilalap Api

Baca: Selama Ramadhan, Ini Kegiatan Pencinta Alquran di Makassar

Hal tersebut disampaikan oleh Ibrahim, saat ditemui TribunBulukumba.com, Rabu (1/5/2019) siang.

"Sekarang baru 13 persen. Tapi kami tetap yakin dapat memenuhi target 27 ribu ton," jelas Ibrahmim, yang baru menjabat Kabulog Bulukumba selama dua bulan.

Panen raya kali ini bertepatan dengan musim penghujan, sehingga memberikan dampak untuk realisasi resapan beras petani.

Pasalnya secara tidak langsung, standar kualitas beras petani mengalami penurunan.

Selain itu, fasilitas alat pengering atau dryer belum tersedia seperti pada Subdivre Bulog Bulukumba.

"Tapi belum semua petani panen kan. Masih banyak petani yang belum panen, terkhusus di Kecamatan Gantarang," tambah Ibrahim.

Ibrahim juga menjelaskan, musim penghujan juga membuat harga gabah turun.

Mahasiswa Parepare berdemo dalam rangka memperingati Hari Buruh
Mahasiswa Parepare berdemo dalam rangka memperingati Hari Buruh (mulyadi/tribunparepare.com)

Jika sebelumnya harga gabah mencapai Rp 4.000-4200 perkilonya, kini hanya dapat dibeli seharga Rp 3.800-3.900.

Sekadar diketahui, target serapan beras petani di Subdivre Bulog Bulukumba tahun ini, mengalami penurunan menjadi 27 ribu ton.

Sebelumnya, tahun 2018 lalu, target Subdivre Bulog yang menyerap beras petani dari lima kabupaten, yakni Bulukumba, Jeneponto, Bantaeng, Sinjai dan Selayar itu, mencapai 30 ribu ton.

Penurunan target sekitar 3 ton tersebut, diakibatkan karena realisasi beras tahun lalu tak mencapai target, yakni hanya terealisasi sebesar 81 persen atau sebanyak 24 ribu ton. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi, IG: @arisandifirki

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved