Kejari Luwu Jemput Paksa Terpidana Kasus Penebangan Pohon

Terpidana ditangkap setelah pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) melakukan pemanggilan secara sah namun terpidana

Kejari Luwu Jemput Paksa Terpidana Kasus Penebangan Pohon
desy arsyad/tribunluwu.com
Terpidana perkara kehutanan atas nama Busra alias bapak Aco bin Huseng Tumalu, bersama Kasipidum Kejari Luwu, Lewi Randan Pasolang.

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu, Sulawesi Selatan, menjemput paksa terpidana perkara kehutanan atas nama Busra alias bapak Aco bin Huseng Tumalu.

Busra dijemput paksa oleh tim Unit Resmob Polres Luwu di kediamannya, Dusun Ulurea, Desa Lengkong, Kecamatan Bua, Rabu (13/3/2019) pukul 03.00 Wita.

Terpidana ditangkap setelah pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) melakukan pemanggilan secara sah namun terpidana tidak mememuhi panggilan tersebut.

"Terpidana ditangkap setelah koordinasi dengan Polres. Terpidana kami tangkap karena mangkir dari panggilan eksekusi. Kami sudah layangkan tiga kali panggilan secara patut dan sah tetapi tidak pernah memenuhi panggilan," ujar Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Luwu, Lewi Randan Pasolang.

Busra dipidana dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI No.428 K/Pid.Sus-LH Tanggal 08 September 2016.

Dimana, Busra terbukti melakukan penebangan pohon secara sengaja di dalam kawasan hutan produksi wilayah Kabupaten Luwu tanpa izin dari pemerintah yang berwenang, di Desa Dampa, Kecamatan Bastem Utara, pada Oktober 2014 lalu.

Kemudian batang pohon jenis nyatoh, melur dan bakan, tersebut diolah menjadi balok berbagai ukuran dengan jumlah 187 batang balok.

Terdiri dari 63 batang balok kayu nyatoh, 112 batang kayu melur, dan 12 batang kayu bakan.

"Perkara ini bergulir sejak 2014. Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung, terpidana dipidana dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan, dan denda sebesar 1 Miliar subsidiair dua bulan kurungan," katanya.

"Putusan Mahkamah Agung kami terima tanggal 28 Agustus 2018. Panggilan pertama 1 Oktober 2018, panggilan kedua 16 November 2018, dan panggilan ketiga 3 Januari 2019," tuturnya.

Usai ditangkap, terpidana kemudian dibawa menuju Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Palopo untuk menjalani masa pidana.

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, @desy_arsyad

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved