AGRA Bulukumba Mengutuk, PT Lonsum Tak Akui Ada Penganiayaan

Pada saat pengosongan itulah diduga terjadi penganiayaan terhadap Alif, salahsatu warga yang bertahan di lokasi tersebut.

AGRA Bulukumba Mengutuk, PT Lonsum Tak Akui Ada Penganiayaan
firki/tribunbulukumba.com
Ketua Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Rudy Tahas (memegang mic), saat menghadiri pertemuan dengan PT Lonsum, di ruang rapat Bupati Bulukumba, Rabu (6/3/2019). 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - PT London Sumatera (Lonsum) Bulukumba, tak mengakui adanya penganiayaan yang dilakukan pihaknya terhadap warga di Desa Tamatto, Kecamatan Ujung Loe.

Wilayah Desa Tamatto, tepatnya di Dusun Tamappalalo, sempat diduduki oleh warga, yang bersengketa terhadap penggunaan Hak Guna Usaha (HGU) PT Lonsum, beberapa waktu lalu.

Namun, pihak PT Lonsum telah melakukan pengosongan lahan, mulai 27 Februari-1 Maret 2019.

Pada saat pengosongan itulah diduga terjadi penganiayaan terhadap Alif, salahsatu warga yang bertahan di lokasi tersebut.

Namun, hal itu di bantah oleh Humas PT Lonsum, Muh Rusli, saat menghadiri pertemuan di ruang Rapat Bupati Bulukumba, Rabu (6/3/2019).

Pernyataan bantahan itu disampaikan oleh Rusli, saat dimintai tanggapannya oleh Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali, terkait aksi penganiayaan itu.

"Ada pemukulan? Saya tidak lihat ada pemukulan atau tindakan semacamnya. Saat itu, saya juga susul ke polres," katanya.

Pak Kapolres, kata Rusli, saat itu memintanya agar persoalan pengosongan lahan harus diselesaikan dengan baik.

"Kalau melanggar HAM, solusinya kita ikuti proses hukum. Kita tidak dapat informasi ada penganiyaan. Setahu kami, dia tidak mau ditertibkan petugas, dan akhirnya diamankan," jelas Rusli.

Disisi lain, Rusli mendukung langkah pemerintah. Lonsum, lanjut dia beritikad baik untuk melakukan pengukuran.

Halaman
12
Penulis: Firki Arisandi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved