Dicoret dari Daftar Penerima Rastra, Warga Desa Bontobaru Ini Mengadu ke DPRD Bulukumba
Di depan para legislator, Rukiah menceritakan, setelah pemilihan Cakades, dirinya dicoret dalam daftar penerima rastra
Penulis: Firki Arisandi | Editor: Suryana Anas
TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Warga Desa Bontobaru, Kecamatan Bontotiro, Bulukumba, Rukiah (60), melaporkan kepala desanya (Kadesnya), Andi Kaharuddin Titi, ke anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, Senin (4/3/2019).
Laporan tersebut setelah dirinya mendapat perlakukan tidak adil dari kadesnya tersebut.
Di depan para legislator, Rukiah menceritakan, setelah pemilihan calon kepala desa (Cakades), beberapa waktu lalu, dirinya dicoret dalam daftar penerima beras sejahtera (Rastra).
Baca: PSM Makassar Terpaksa Jadi Tim Musafir Sepanjang Maret-April 2019
Baca: Sepekan Diguyur Hujan, Longsor Putus Akses Jalan Penghubung Antar Desa di Maiwa Enrekang
Baca: Bus Polres Luwu Utara Kecelakaan di Masamba, 11 Orang Masuk Rumah Sakit
Pasalnya, pilihan Rukiah saat pemilihan kepala desa beberapa waktu lalu, bukanlah kades terpilih tersebut.
"Tidak dapatma beras, karena bukan Andi Kaharuddin saya pilih waktu Pilkades, nabilangika pergi mako di calon desamu minta," kata Rukiah menggunakan bahasa konjo, di depan anggota DPRD H Jalaluddin Halim.
Menurut pengakuan Rukiah, dirinya telah menjadi penerima rastra sejak tahun 2007 silam.
"Nasuruhja tanda tangan ambil berasku, tapi setengahji mau nakasika, setengahnya mau bedeng nakasi peluncurna (pendukung), takkala tidak kutandatangani," kata Rukiah.
Tak hanya distribusi rastra, kata dia, Andi Kaharuddin juga mempersulit pelayanan bagi warga yang diketahui tak memilihnya saat pemilihan cakades.
"Adaka 270 orang yang tidak pilih Pak Kaharuddin, jangankan Rastra, minta tandatangan seperti surat pengantar untuk urus kependudukan susah didapat, nasuruka juga minta pada calon kades yang kupilih kemarin," sesalnya.
Menanggapi laporan tersebut, H Jalaluddin Halim mengaku menyesalkan sikap kades yang berlaku arogan kepada warganya.
Dia mengaku segera memanggil Kades, Camat Bontotiro, dan penanggung jawab rastra untuk mencari solusi.
"Kita akan lakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam waktu dekat ini, kita mau cari tahu kebenaran dan solusinya," kata legislator Partai Golkar itu.
Senada diungkapkan Jalaluddin, legislator lainnya, H Abu Thalib, juga mengaku menyayangkan sikap kades yang tak profesional tersebut.
Pilkades kata Abu Thalib, adalah cara untuk mencari pemimpin, dan selesai pemilihan seharusnya merangkul seluruh warga.
"Ini keterlaluan, seharusnya sebagai pemimpin bisa mengayomi, tidak dengan cara memusuhi warga yang tidak memilihnya," ujar Abu Thalib.
Saat berita ini dikirim, belum ada penjelasan dari Andi Kaharuddin terkait laporan warganya tersebut. (TribunBulukumba.com)
Laporan Wartawan Tribun Timur, @arisandifirki
Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :
Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur: