Runtuhnya Bagian Bangunan Call Center 112 Terpadu Ternyata Faktor Kesalahan Perencanaan

Iwan mengatakan, dirinya akan bertanggungjawab menyelesaikan tetapi jangan seakan-akan itu menjadi kewajiban rekanan.

Runtuhnya Bagian Bangunan Call Center 112 Terpadu Ternyata Faktor Kesalahan Perencanaan
TRIBUN TIMUR/MULYADI
Kondisi pembangunan Gedung Call Center 112 Terpadu parepare yang roboh terpantau, Selasa (5/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi

TRIBUNPAREPARE.COM, BACUKIKI BARAT- Runtuhnya pengerjaan bagian penyangga atap di lantai tiga pembangunan Call Center 112 Terpadu ternyata disebabkan kesalahan perencanaan.

Hal ini pun diakui pihak PT Sukses Sangga Sejahtera selaku rekanan pembangunan Call Center 112 Terpadu.

Baca: Sejumlah Kasus Mandek, Ratusan Orang Bakal Demo di Polres dan Kejari Parepare

Baca: Polres Akan Panggil Empat Pejabat Terkait Raibnya Dana Dinkes Parepare

"Memang dari perencanaan ada sedikit kesalahan gambar. Jadi itu bukan saya yang salah tetapi gambar yang salah," jelas rekanan proyek, Andi Iwan Latinro, saat dihubungi, Senin (11/2/2019).

Karena kesalahan digambar ini, kata Iwan membuat bagian penyangga atas miring sehingga dirobohkan."Tetapi jika ini berbicara kewajiban, maka kewajiban saya sudah selesai, tetapi karena kesalahan gambar makanya miring," jelas dia.

Baca: Kijang, Bandar Narkoba Asal Pinrang Divonis Bebas di PN Makassar

Daripada miring, kata Iwan mak lebih dijatuhkan (diruntuhkan)."Kita kerjakan sudah sesuai gambar tetapi karena terlalu berat akhirnya miring,"ujar Iwan.

Iwan mengatakan, dirinya akan bertanggungjawab menyelesaikan tetapi jangan seakan-akan itu menjadi kewajiban rekanan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Abdul Haris Nicolaus mengatakan, pihaknya tengah mendalami runtuhnya bangunan Call Center 112 Terpadu ini.

Baca: Buat Film Animasi Syekh Yusuf, Mahasiswa PNUP Diundang Harvard University Amerika Serikat

"Kita dalami insiden robohnya bangunan yang sementara dibangun ini,"terang mantan Kasat Reskrim Polres Enrekang ini.

Haris mengatakan, pihaknya tidak mengurusi mengenai alasan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bahwa sengaja dirobohkan.

"Masalah alasannya diruntuhkan atau runtuh sendiri kami tidak mau pikirkan itu," terang Haris.

Polres sendiri langsung turun melakukan pemeriksaan pasca runtuhnya bagian penyangga atap gedung Call Center 112 Terpadu ini.

Baca: VIDEO: PT Sharp Electronics Indonesia Rayakan HUT ke-15 Tribun Timur

Gedung ini sendiri merupakan satu dari sekian proyek yang dikawal dan diawasi proses pengerjaannya TP4D.

TP4D sendiri merupakah tim pengawasan yang dibentuk Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare untuk mengawal dan mengawasi proyek yang tengah berjalan.(*)

Penulis: Mulyadi
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved