Ketua DPRD Bontang Tuding Pembebasan Lahan Irigasi di Luwu Utara Tak Transparan

Nursalam yang berasal dari Masamba, Luwu Utara, mengaku punya lahan yang rencananya dilalui irigasi di Desa Benteng, Mappedeceng

Ketua DPRD Bontang Tuding Pembebasan Lahan Irigasi di Luwu Utara Tak Transparan
Nursalam
Ketua DPRD Bontang, Nursalam. 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Ketua DPRD Kota Bontang, Kalimantan Timur, Nursalam, menuding proses pembebasan lahan untuk saluran irigasi tidak transparan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang selaku penanggungjawab proyek irigasi dinilai menutup-nutupi besaran nilai ganti rugi atas lahan dan tanaman di wilayah Kecamatan Mappedeceng.

"Saya sudah koordinasi dengan Balai Besar dan BPN Luwu Utara. Tetapi saya tidak mendapat kejelasan mengenai besaran nilai ganti rugi atas lahan dan tanaman tumbuh di lahan orangtua kami," kata Nursalam, Sabtu (9/2/2019) melalui rilis.

 Baca: Login sscasn.bkn.go.id, JADWAL LENGKAP Seleksi PPPK 2019 Tahap I, Tanpa TKD dan Bocoran Materi Ujian

Baca: PPPK 2019 Resmi Dibuka, Daftar sscasn.bkn.go.id, Ini Gaji dan Tunjangan Diterima Jika Anda Lulus

Baca: Rekrutmen PPPK Resmi Dibuka Hari ini, Portal sscasn.bkn.go.id Bisa Diakses Mulai Pukul 16.00 WIB

Nursalam yang berasal dari Masamba, Luwu Utara, mengaku punya lahan yang rencananya dilalui irigasi di Desa Benteng, Mappedeceng, seluas 833 meter persegi.

"Kalau pemerintah tidak transparan, lahan tidak akan kami berikan. Bukan menolak pembangunan tapi kita ingin kejelasan," ucap politisi Golkar.

Nursalam mengaku telah bersurat ke DPRD Luwu Utara supaya memanggil pihak balai dan pemerintah membahas masalah ini.

"Saya sangat berharap DPRD menindak lanjuti surat saya itu. Dan tentunya segerah mengagendakan rapat dengar pendapat supaya pembebasan lahan untuk irigasi bisa berjalan dengan lancar," katanya.

Pembangunan irigasi Bendung Baliase tengah berjalan di Luwu Utara. Irigasi untuk mengairi 22 ribu hektare sawah.

Khusus bendung, anggarannya Rp 195 miliar. Dikerja sejak akhir tahun 2015 oleh kontraktor pelaksana Wakita-Cempaka (KSO) dan konsultan supervisi PT Caturbina Guan Persada-PT Widya Graha Asama (KSO). Kini sudah hampir rampung.

Bendung juga diharapkan jadi solusi permasalahan banjir yang kerap terjadi di Kecamatan Malangke dan Mappedeceng.(TribunLutra.com)

Laporan Wartawan TribunLutra.com, @chalik_mawardi_sp

Baca: Adi Wiryatama Ungkap Ahok Resmi Jadi Kader PDIP Sejak 26 Januari 2019, Niat Sejak dalam Mako Brimob

Baca: Cara Hilangkan Tulisan Sedang Mengetik saat Menulis di Whatsapp, Gampang Banget

Baca: TERPOPULER: Ustaz Maulana Tak Bisa Jawab saat Istri Larang Nikah Jelang Wafat, Permintaan Terakhir

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Baca: SSCASN BKN- Link, Jadwal dan Persyaratan Lengkap Formasi Guru, Tenaga Kesehatan, dan Penyuluh PPPK

Baca: Piala Indonesia - PSIS Semarang Juga Lolos 16 Besar, Persib dan Persebaya Belum Aman

Baca: Di Palestina, Wakil Wali Kota Makassar Deng Ical Masih Setia Baca Tribun Timur

Baca: Tim Respon Sabhara Polres Pelabuhan Makassar Amankan 2 Pemuda Bawa Badik

 

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved