Warga Bontolohe Bulukumba Dilaporkan Meninggal di Gunung Bawakaraeng
Tolla kemudian kembali ke kampungnya di Bontolohe melapor sekaligus meminta bantuan evakuasi.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Imam Wahyudi

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri
TRIBUN TIMUR.COM, BULUKUMBA - Warga Bonto Jammu, Desa Bontolohe, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Darma alias Sattu (40), dilaporkan meninggal di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (22/1/19).
Tribun mendapat informasi ini dari keluarga Darma, Irfan.
Menurut Irfan, pada Selasa (22/1/2019), Darma dan saudaranya Muh Tolla (17), mendaki Gunung Bawakaraeng.
Dalam perjalanan menuju puncak, Darma meninggal.
Tolla kemudian kembali ke kampungnya di Bontolohe melapor sekaligus meminta bantuan evakuasi.
"Penyebab meninggalnya belum diketahui pasti, yang jelas penyampaian anaknya meninggal," kata Irfan, Jumat (25/1/17).
Irfan juga tidak mengungkap tujuan Darma dan Tolla ke Bawakaraeng di saat cuaca ekstrim yang melanda Sulsel, khususnya Gowa dalam beberapa pekan ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba sudah menuju ke Gunung Bawakaraeng melakukan evakuasi.
"Tim evakuasi sudah menuju lokasi meninggalnya Darma. Namun belum ada informasi apakah jenazah sudah ditemukan atau belum karena komunikasi terputus," kata Kepala BPBD Andi Akrim, saat dikonfirmasi terpisah.
Saat ini, di rumah warga, pihak keluarga dan warga telah memasang tenda.
Informasi diterima Tribun, cukup banyak warga Bulukumba, Sinjai, Gowa bahkan dari kabupaten lain, memang sering mendaki ke Gunung Bawakaraeng untuk melakukan ritual khusus. Biasanya untuk membayar nazar.
Tradisi itu telah berlangsung turun temurun.
Akses ke puncak Gunung Bawakaraeng, bisa melalui Malino, Gowa, Kabupaten Sinjai dan Bulukumba.
Namun, jalur yang paling populer adalah melalui Kampung Lembanna, Malino, Gowa.
Secara administratif, Gunung Bawakaraeng masuk wilayah Kabupaten Gowa.