Minimalisir Sanksi di Musim 2019, Manajemen PSM Makassar Harap Suporter Lebih Dewasa

Denda Rp 800 juta itu misalnya didapatkan saat laga PSM Makassar menjamu PSMS yang mana laga sempat diberhentikan lantaran penyalaan flare.

Minimalisir Sanksi di Musim 2019, Manajemen PSM Makassar Harap Suporter Lebih Dewasa
tribun-timur.com
Suporter PSM Makassar 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- PSM Makassar menjadi salah satu klub yang menerima denda paling besar selama kompetisi Liga 1 2018 lalu. Ini termasuk denda dengan nominal terbanyak yakni Rp 800 juta saat laga terakhir PSM Makassar di musim 2018 itu.

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi berupa denda uang tunai kepada PSM Makassar dengan mayoritas pelanggaran dilakukan oleh oknum suporter.

Denda Rp 800 juta itu misalnya didapatkan saat laga PSM Makassar menjamu PSMS yang mana laga sempat diberhentikan lantaran penyalaan flare.

Baca: Eero Markkanen dan Aaron Evans Masuk Tim PSM Makassar Tampil di Piala Indonesia! Ini Daftar Lengkap

Baca: Eero dan Aaron Masuk Skuad PSM Makassar Tampil di Piala Indonesia

Bukan hanya musim 2018, di musim sebelumnya juga PSM menerima berbagai sanksi dengan denda nominal uang yang tak kalah besarnya. Bahkan klub berjuluk Laskar Pinisi itu mendapatkan larangan bertanding tanpa suporter di kandang.

Dari dua tahun pengalaman buruk yang didapatkan ini, manajemen PSM pun tak ingin tinggal diam. Mereka sadar bahwa berbagai sanksi yang dijatuhkan semestinya tak perlu terjadi jika semua pihak termasuk suporter saling menjaga diri.

CEO PSM, Munafri Arifuddin, pun berharap di musim 2019 mendatang para suporter bisa lebih bersikap dewasa lagi. Hal ini mengingat bahwa setiap kejadian meskinya bisa diminimalisir agar tidak merugikan klub sendiri.

Baca: Dani Pedrosa Pensiun dari MotoGP, Siapa Penggantinya di Tim Repsol Honda?

Baca: Penyeberangan Feri di Pelabuhan Bira Bulukumba Kembali Normal

“Saya sih inginkan para pendukung kami, jika mau memberi dukungan ya dukung saja tetapi jangan seperti tahun-tahun sebelumnya. Katanya cinta tapi bakar flare ketika pertandingan resmi berlangsung sehingga menyebabkan denda ratusan juta, nah apakah itu namanya cinta," ujar Appi sapaan Munafri.

Himbauan Appi ini bukan tanpa alasan. Ia tidak melarang setiap suporter memberikan dukungan dengan caranya masing-masing agar PSM bisa menang di setiap laga.

Baca: 5 Fakta Wakil Ketua DPRD Maros dari Partai Gerindra Usir Pengungsi di Rumah Jabatan

Hanya saja menurutnya, perlu ada pemikiran dewasa untuk menentukan model dukungan yang mana yang perlu diberikan. Dengan tujuan PSM bisa menang sebab ia sadar suporter merupakan pemain ke-12 di PSM.

"Maksud saya kalau cinta ya kita sama-sama cinta. Memang apa gunanya flare dan segala macamnya itu (benda terlarang) apakah bisa kasih menang tim ? Kan kita tahu ada aturan yang harus ditaati. Masuk ke dalam lapangan, lalu bakar flare, petasan dan segala macamnya. Saya rasa hal seperti itu jangan terjadi lagi tahun ini," tutupnya.(*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube Kami: 

Follow juga akun instagram official Kami: 

Penulis: Alfian
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved