Jajaki Kerja Sama, Gubernur Ehime Jepang Tokihiro Nakamura Bakal Kunjungan Balasan ke Sulsel

Tokihiro pun menjadwalkan melakukan kunjungan balasan ke Sulsel, sekaligus melakukan penandatanganan Mou dengan Sulsel.

Jajaki Kerja Sama, Gubernur Ehime Jepang Tokihiro Nakamura Bakal Kunjungan Balasan ke Sulsel
tribun timur/saldi irawan
Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah memberikan keterangan kepada wartawan hasil lawatannya ke Jepang dari tanggal 12-17 Desember 2018 di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (21/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah menyampaikan hasil lawatannya ke Jepang dari tanggal 12-17 Desember 2018.

Kunjungan Nurdin Abdullah bersama rombongan tersebut dalam rangka menjajaki potensi kerja sama antara dua daerah pada berbagai bidang.

"Kemarin kita ke Jepang melihat akuakultur, pengembangan budi daya tuna. Kalau selama ini orang pergi pancing, sekarang kita budi daya," kata Nurdin Abdullah, Jumat (21/12/2018).

Baca: Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, Bupati Mamuju Perintahkan THM Ditutup

Baca: Dialog Nasional Ahir Tahun 2018 Alumni UNM, Nurdin Halid Pastikan Bakal Hadir

“Bayangkan satu keramba, Kadis Perikanan dan Kelautan juga lihat isinya. Ada 1.500 tuna dengan berat 100 Kg untuk satu ekor. Nilai jual Rp27 miliar,” jelasnya.

Hasil dari kunjungan ini, mendapat apresiasi dari Pemerintah Jepang melalui Gubernur Ehime Jepang Tokihiro Nakamura.

Tokihiro pun menjadwalkan melakukan kunjungan balasan ke Sulsel, sekaligus melakukan penandatanganan Mou dengan Sulsel. "15 Januari mereka tiba di Sulsel," kata NA.

Di Jepang, lanjut NA, rombongan mengunjungi pabrik pengolahan ikan terintegrasi di Uwajima Project, serta pabrik pengolahan garam di Hakata Salt di Kota Imabari. Lokasinya 70 Km dari Matsuyama yang merupakan Ibukota Prepekture (Provinsi) Ehime.

"Waktu ke Jepang itu, mereka produksi garam padahal bukan produsen garam, itu dia (bahan) dari Brasil dari mana-mana daerah lain garamnya,” ujarnya.

“Makanya, di (kabupaten) Jeneponto bisa dihadirkan. Coba kita buat pabrik garam di Jeneponto. Petani garam kita tidak lagi pusing untuk jual hasil garamnya," jelasnya.

"Kita teken MoU termasuk akuakultur. Pengusahanya ada 13 pengusaha besar, termasuk perbankannya hadir untuk back-up ini,” kata mantan bupati Bantaeng ini.

“Untuk akuakultur, tetapi lebih ke pengembangan kapasitas para nelayan kita. Jadi transfer teknologi dan knowledge," paparnya.

Selain itu di negeri Sakura itu, NA dan rombongan berkunjung ke Pabrik Mobil Toyota Ehime, perkebunan, peternakan dan juga tempat pengolahan sampah, dimana sampah diolah menjadi energi. (*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:

Follow juga akun instagram official kami:

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved