Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hari Kesaktian Pancasila

Gubernur Sulsel Andi Sudirman: Pancasila Dasar Negara dan Perekat Bangsa

Gubernur Sulsel Andi Sudirman menyampaikan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya seremonial semata.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
Humas Pemprov Sulsel
KESAKTIAN PANCASILA - Momen Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Sekda Sulsel Jufri Rahman dalam memperingati hari kesaktian pancasila di Rujab Gubernur Sulsel pada Rabu (1/10/2025). Andi Sudirman melihat momen ini sebagai ajang mempererat persatuan di tengah keberagaman. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober 2025.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila kali ini mengangkat tema "Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya"

Hari Kesaktian Pancasila lahir dari pengalaman sejarah bangsa Indonesia menghadapi tragedi G30S/PKI tahun 1965.

Peristiwa tersebut merenggut gugurnya tujuh Jenderal TNI.

G30S/PKI menjadi momen penting dalam mengguncang sejarah politik Indonesia pasca kemerdekaan.

Keesokan harinya, 1 Oktober 1965, pemerintah berhasil mengendalikan situasi.

Pemerintah kembali mengambil kendali negara dan menegaskan Pancasila berdiri sebagai dasar negara.

Pancasila terbukti mampu mengatasi masuknya ideologi lain.

Baca juga: Takbir Abadi: Pancasila Kompas Moral Anak Muda di Era Digital

Kesaktian Pancasila dipahami sebagai kekuatan filosofis, moral, dan historis yang terkandung di dalamnya.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman menyampaikan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya seremonial semata.

Tapi momen pengingat pentingnya menjaga ideologi bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.

“Hari ini menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan Pancasila sebagai dasar negara dan perekat bangsa. Di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa, Pancasila tetap menjadi fondasi kokoh yang menyatukan kita semua menuju Indonesia yang lebih kuat dan berdaulat,” ujar Andi Sudirman di Rujab Gubernur Sulsel pada Rabu (1/10/2025).

Andi Sudirman Sulaiman menekankan, keberagaman harus dipandang sebagai kekuatan dan persatuan.

Andi Sudirman pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, semangat gotong royong yang terkandung dalam Pancasila adalah kunci dalam menjaga harmoni sosial.

“Mari kita jadikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan. Dengan semangat gotong royong, kita terus menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta membangun Sulawesi Selatan yang maju dan berkarakter,” lanjutnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved