Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mutasi Atlet

Rahmat Erwin dan Ade Rifky Tinggalkan Sulsel, Pilih Bela Jawa Timur di PON

Rahmat Erwin dan Ade Rifky ajukan mutasi ke Jatim. Minim pembinaan di Sulsel jadi alasan, potensi tiga emas PON pun ikut hilang.

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Sukmawati Ibrahim
ist
MUTASI ATLET - Atlet Sulsel Rahmat Erwin Abdullah berkompetisi di kelas 73kg putra Asian Games 2022 di Hangzhou, Tiongkok, 3 Oktober 2023. Rahmat Erwin dan Ade Rifky ajukan mutasi ke Jatim. Minim pembinaan di Sulsel jadi alasan, potensi tiga emas PON pun ikut hilang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Dua atlet angkat besi andalan Sulawesi Selatan, Rahmat Erwin Abdullah dan Ade Rifky Agustian, resmi mengajukan permohonan mutasi ke Jawa Timur.

Keduanya memilih pindah karena merasa iklim pembinaan olahraga di Sulsel tidak lagi mendukung perkembangan prestasi.

Surat permohonan mutasi telah diajukan ke Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Sulsel dan turut ditandatangani pelatih mereka, Erwin Abdullah.

Dokumen tersebut kini dalam proses di tingkat provinsi.

Dalam surat itu, keduanya menyebut alasan utama hengkang dari kampung halaman.

“Adapun alasan kami mengajukan mutasi adalah agar kami dapat berkembang dan meningkatkan prestasi serta masa depan yang lebih baik lagi,” kata Rahmat Erwin, Kamis (2/10/2025).

Lifter peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu juga menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan Sulsel.

“Sebelumnya, saya sangat berterima kasih atas segala pengalaman yang didapatkan selama mengabdi di kampung halaman Sulsel," katanya.

"Saya secara pribadi banyak belajar dan berkembang selama berprestasi untuk Sulsel,” tambahnya.

Ade Rifky juga menyampaikan harapan besar meski harus berpindah provinsi.

“Besar harapan saya semoga PABSI Sulsel semakin maju dan berkembang,” ujarnya.

Sekretaris Umum Pengprov PABSI Sulsel, Attock Suharto, membenarkan permohonan mutasi tersebut.

Menurutnya, keputusan Rahmat dan Ade Rifky diambil dengan kesadaran penuh, tanpa tekanan dari pihak mana pun.

“Surat permohonan mutasi ini dibuat dengan kesadaran penuh," kata Attock.

Ia mengatakan, alasan kepindahan karena merasa Sulsel tidak memiliki iklim pembinaan cabang olahraga yang mendukung.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved