Amir Mustafa Pimpin MUI Enrekang Hingga 2023

KH Burhanuddin menyerahkan Jabatannya sebagai Ketua MUI Enrekang kepada, Uztad Amir Mustafa dan didampingi oleh Wakil Ketua yakni Uztad H Ambo Massa

Amir Mustafa Pimpin MUI Enrekang Hingga 2023
Muh Azis Albar/Tribunenrekang.com
Pelantikan pengurus MUI Enrekang yang baru periode 2018-2023 yang dirangkaikan dengan Rapat kerja daerah (Rakerda) di Pendopo Rumah jabatan bupati Enrekang, Selasa (27/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG- Masa kepengurusan para pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Enrekang periode 2013-2018 telah resmi berakhir.

Olehnya itu, dilakukan pelantikan pengurus MUI Enrekang yang baru periode 2018-2023 yang dirangkaikan dengan Rapat kerja daerah (Rakerda) di Pendopo Rumah jabatan bupati Enrekang, Selasa (27/11/2018).

Pada kesempatan itu, KH Burhanuddin menyerahkan Jabatannya sebagai Ketua MUI Enrekang kepada, Uztad Amir Mustafa dan didampingi oleh Wakil Ketua yakni Uztad H Ambo Massa dan Legislator PKS, Bachtiar Siampa.

Baca: Masna Sari, Mantan Guru di Pangkep Juara 1 Pengawas Berprestasi Tingkat Provinsi 2018

Baca: Belajar Layanan Kesehatan di Bantaeng, Kadis Kesehatan Torut Ajak Nikmati Negeri di Atas Awan

Baca: VIDEO: Rajab Minta Gaji Honorer Dianggarkan Ketimbang Rest Area

Para pengurus MUI Enrekang dilantik langsung oleh Pengurus DPW MUI Sulsel, Burhanuddin Yusuf.

Prosesi pelatikan disaksikan langsung oleh Bupati Enrekang, Muslimin Bando, unsur Forkopimda, Kepala OPD dan beberapa tokoh masyarakat.

Usai pelantikan Burhanuddin Yusuf, berpesan agar MUI Enrekang tetap menyukseskan program pembangunan bangsa dengan bahasa dan ilmu agama yang mereka miliki.

"Jaga kiprah majelis ulama sebagai ulama penengah dan tidak memihak artinya membenarkan jika ada kesalahan dan meluruskan jika ada yang bengkok," kata Burhanuddin.

Apalagi, menurut Burhanuddin, di Enrekang tidak susah dalam melaksanakan optimalisasi bidang keagamaan.

Sebab, Bupati dan pemerintah daerah sangat peduli terhadap pengembangan urusan keagamaan.

"Jadi baru saja kita dibacakan anggaran desa itu miliaran per desa, jadi harapan kita kalau bisa disisikan Rp 500 ribu saja untuk pengembangan kegiatan keagamaan di desa," ujarnya.

Ia berharap, pengurus MUI Enrekang yang baru dapat mengoptimalisasi kiprah ulama dalam upaya membumikan nilai-nilai dan ajaran islam di Enrekang.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

 
Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved