Bukan Passing Grade, Pemerintah Pakai Sistem Ranking Tes SKD CPNS 2018 Khusus 2 Profesi Ini, Cek!

Hasilnya, pemerintah harus menerapkan sistem ranking untuk dua posisi strategis yakni Guru dan Tenaga Kesehatan.

Bukan Passing Grade, Pemerintah Pakai Sistem Ranking Tes SKD CPNS 2018 Khusus 2 Profesi Ini, Cek!
Tribunnews.com
Penerapan Sistem Passing Grade CPNS 2018 cukup membuat masyarakat sibuk 

TRIBUN-TIMUR.COM - Penerapan Sistem Passing Grade CPNS 2018 cukup membuat masyarakat sibuk.

Pasalnya untuk Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) beberapa waktu lalu, pelamar gugur massal karena standar kualifikasi yang terlalu tinggi.

Hasilnya, pemerintah harus menerapkan sistem ranking untuk dua posisi strategis yakni Guru dan Tenaga Kesehatan.

Cek selengkapnya di sini: 

Pemerintah akhirnya mengakali cara baru guna meloloskan peserta calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 yang tidak lolos passing grade atau batas nilai minimal.

Baca: Maulid Nabi Muhammad SAW Berikut Ini Doa dan Amalan Maulid Nabi dari Ustadz Abdul Somad

Diketahui, hanya 100 ribu peserta dari jutaan yang lolos pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Itu artinya, jutaan pelamar tidak berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Berikut adalah rangkuman TribunJakarta terkait perkembangan CPNS 2018:

Peserta mengikuti ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkot Surabaya di Gelanggang Remaja, Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/10/2018). Sebanyak 3.425 peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya Tahun 2018 yang ujiannya dilakukan secara bertahap.
Peserta mengikuti ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkot Surabaya di Gelanggang Remaja, Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/10/2018). Sebanyak 3.425 peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya Tahun 2018 yang ujiannya dilakukan secara bertahap. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
 
Dilansir dari Kompas.com, Pemerintah akan menerapkan sistem ranking sebagai alternatif kriteria kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) peserta seleksi CPNS 2018.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, alternatif solusi dengan sistem ranking itu diterapkan karena dikhawatirkan banyak formasi yang kosong akibat banyaknya peserta seleksi yang tidak lolos passing grade.

Terutama posisi guru dan tenaga kesehatan yang banyak dibutuhkan. Sementara, pihaknya tidak mau menurunkan passing grade karena dikhawatirkan akan merekrut Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak berkualitas.

"Sekarang kalau di daerah bagaimana solusinya. Kita lihat kalau ini dibiarkan kosong bagaimana, kalau diisi bagaimana. Formasi tahun ini itu sebagian terbesar adalah guru dan tenaga kesehatan. Kalau guru dan tenaga kesehatan kosong, ini siapa yang akan mengajarkan anak - anak. Kan lebih baik ada gurunya dari pada tidak sama sekali. Jadi itu perlu," kata dia saat meninjau pelaksanaan seleksi CPNS di Kota Malang, Jumat (16/11/2018).

Halaman
1234
Editor: Rasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved