Kasus Pencabulan Anak Balita di Belopa Dalam Tahap Sidik

Anaknya mendapatkan perlakuan tidak senonoh yang dilakukan lelaki dewasa berinisial SS yang tidak lain adalah tetangganya.

Kasus Pencabulan Anak Balita di Belopa Dalam Tahap Sidik
desy/tribunluwu.com
Kepala Bidang Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) DP3A Luwu, Nursamsi. 

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Kasus pencabulan anak bawah lima tahun (balita) di salah satu perumahan yang ada di Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan kini dalam tahap sidik.

Pasalnya, pelaku yang merupakan tetangga korban yang akrab disapa Opu ini tidak mengakui perbuatannya. Bahkan dirinya bersiteguh tak melakukan hal yang senonoh kepada anak usia empat tahun tersebut.

"Masih dalam tahap sidik. Meskipun si pelaku tidak mengakui perbuatannya. Nah ini menjadi tugas kami untuk membuktikan kebenaran," kata Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Faisal Syam, Minggu (16/9/2018).

Disamping itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Luwu yang mendampingi korban saat ini memindahkan korban di tempat yang aman.

"Pelaku sudah ditahan. Korban untuk sementara kami pindahkan di tempat yang aman," ujar Kepala Bidang Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) DP3A Luwu, Nursamsi.

Baca: Polres Enrekang Masih Buru 4 Pelaku Pencabulan Gadis 16 Tahun

Baca: Kasus Pencabulan Anak di Pulau Kulambing, Ini yang Dilakukan Pemkab Pangkep

Nursamsi juga menjelaskan kondisi psikologi korban saat ini lebih menyukai bermain sendiri dengan smartphone, dibanding berinteraksi dengan orangtuanya.

Namun ia menyayangkan tidak ada upaya baik yang ditunjukkan dari pelaku dan keluarganya kepada keluarga korban. "Pihak keluarga dari pelaku tidak merasa diri bersalah dan tidak mengakui perbuatannya," tuturnya.

Sebelumnya, tindak pidana pencabulan di Kabupaten Luwu cukup memprihatinkan. Dalam waktu tidak lebih dua minggu, kasus asusila ini mencuat di Bumi Sawerigading.

Teranyar, kasus asusila terjadi Sabtu, lalu (1/9) di salah satu kompleks perumahan terkenal di jantung ibu kota kabupaten, Kota Belopa.

Dimana pada Selasa (4/9/2018) du ruang Kanit III Mapolres Luwu, seorang ayah melaporkan adanya dugaan tindak pidana cabul yang menimpa sang buah hatinya yang masih berusia empat tahun lebih.

Sang ayah menerangkan kepada penyidik, jika anaknya mendapatkan perlakuan tidak senonoh yang dilakukan lelaki dewasa berinisial SS yang tidak lain adalah tetangganya.

"Ayah si anak ini melaporkan putrinya diperlakukan tak senonoh oleh pelaku saat datang membeli di rumah pelaku pada Sabtu (1/9/2018) pagi sekita pukul 08.00 Wita," ungkap Kanit III PPA Satreskrim Polres Luwu, Brigadir Nugroho.(*)

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help