Kasus Fee 30 Persen, ACC Desak Tim Bareskrim Polri Soal Ini

Peneliti ACC Anggareksa mengatakan, penyidik Bareskrim Mabes Polri harus transparan ke Publik soal dugaan kasus Fee 30 persen yang ditangani Mabes.

Kasus Fee 30 Persen, ACC Desak Tim Bareskrim Polri Soal Ini
TRIBUN TIMUR/DARUL AMRI
Aktivis Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi menggelar Focus Grup Discussion (FGD) di Fave Hotel, Senin (16/7/2018). Acara FGD yang digelar ACC Sulawesi ini, kerjasama Transparansi International Indonesia (TII) di lantai 2, meeting room Dubai 1 Fave Hotel, di Jl Pelita Raya. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aktivis Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi meminta, agar Bareskrim Polri transparan terkait kasus fee 30 persen.

Peneliti ACC Anggareksa mengatakan, penyidik Bareskrim Mabes Polri harus transparan ke Publik soal dugaan kasus Fee 30 persen yang ditangani Mabes.

"Bareskrim melanggar undang undang (UU) keterbukaan publik, jika kasus itu tidak transparan," kata Anggareksa saat dikonfirmasi tribun, Selasa (11/9/2018).

ACC menilai, dalam Pasal 9 UU Nomor 14 tahun 2008. Tentang Keterbukaan Informasi Publik sudah jelas diatur dan tim Bareskrim untuk wajib transparan.

Anggareksa, alumnus Fakultas Hukum UMI Makassar itu menyebutkan, pada UU itu jelas berbunyi, setiap badan Publik wajib mengumumkan informasi publik.

"Untuk itu penyidik Bareskrim secara berkala memberi keterangan soal kasus fee 30 persen, bukan kasus ini saja tapi semua kasus yang ditangani," jelasnya.

Diketahui, sejak ditangani Ditreskrimsus Polda Sulsel pada awal Mei 2018 lalu. Polda tellah memeriksa beberapa saksi dalam lingkup Pemerintahan Makassar.

Diantarany ialah, 15 Camat, 19 anggota DPRD Kota Makassar, beberapa Kepala Dinas (Kadis) SKPD Makassar, bahkan Walikota Makassar Danny Pomanto.

Tapi, Kasus ini diambil alih tim penyidik Bareskrim Mabes Polri pada awal Juli 2018. Dan kemudian penyidik Mabes Polri kembali memeriksa saksi. (*)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved