Remaja 16 Tahun Nikahi Gadis Baru Tamat SMP di Tonrokassi Barat Jeneponto

RD berumur 14 tahun dan belum lama tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP), sementara pria RW berumur 16 dan baru tamat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Remaja 16 Tahun Nikahi Gadis Baru Tamat SMP di Tonrokassi Barat Jeneponto
handover
Pernikahan dini atau di bawah umur terjadi di Kelurahan Tonrokassi Barat, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto, Sulawesi Selatan. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, TAMALATEA - Pernikahan dini atau di bawah umur terjadi di Kelurahan Tonrokassi Barat, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Informasi yang diperoleh, pernikahan yang dilansungkan Minggu (2/9/2019) kemarin itu, melibatkan perempuan berninisial RD dan pria berinisial RW.

RD berumur 14 tahun dan belum lama tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP), sementara pria RW berumur 16 dan baru tamat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Pernikahan keduanya berlangsung di rumah mempelai perempuan.

Imam Lurah Tonrokassi Barat Baso Thamsil menyebutkan, pihaknya tidak terlibat dalam proses pernikahan itu lantaran masih di bawah umur.

Baca: Pernikahan Dini di Bantaeng, Ini Alasan Orangtua Menikahkan Anaknya yang Masih 13 Tahun

"Yang menikahkan itu orang tuanya, saya tidak kasih izin sebenarnya karena tidak sesuai undang-undang. Yang perempuan itu baru tamat SMP, yang laki-laki itu belum cukup juga 19 tahun," ujar Baso Tamsil, kepada TribunJeneponto.com, Senin (3/9/2018).

Menurut Baso Tamsil, Undang-undang pernikahan mempersyaratkan calon pengantin pria minimal berusia 19 tahun dan mempelai perempuan 16 tahun.

"Kita sudah arahkan ke pengadilan agama untuk meminta dispensasi, tapi sepertinya tidak diurus karena selain waktunya yang cukup lama juga, yang bersangkutan tidak datang lagi ke saya untuk mungurus," ujarnya.

Senada dengan Baso Thamsil, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tamalatea Muhammadong yang dikonfirmasi juga tidak banyak tahu soal pernikahan itu.

"Tidak ada permohonannya masuk, mungkin karena yang bersangkutan sudah tahu bahwa umur yang akan dinikahkan belum memenuhi persyaratan Undang-Undang," ujarnya.

Namun, menurut Muhammadong, pernikahan yang berlansung Minggu kemarin itu sudah sah secara agama.

Baca: VIDEO: Terlibat Pernikahan Dini di Sinjai Bisa Dipidana, Ini Penjelasan Polisi

"Sudah bisa melakukan hibungan suami istri karena sudah sah kalau secara aturan agama. Tapi secara aturan negara belum sah, dan kita juga tidak punya wewenan untuk melarang, kita hanya punya wewenang untuk memberitahukan aturan yang sesuai undang-undang," tuturnya.

Informasi yang dihimpun, mempelai pria meruoakan warga Kelurahan Palleko, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar.

Pernikahan keduanya dilansungkan setelah orang tua mempelai perempuan pernah bernazar akan menikahkan putrinya jika telah datang pria yang beritikad baik untuk melamar putirnya.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help