citizen reporter

Tim Dokter IDI Sulselbar Tembus Lokasi Gempa yang Belum Tersentuh di Lombok Utara, Ini Dilakukan!

Rombongan kami harus menempuh perjalanan sekitar 2-3 jam dari Kota Mataram dengan mobil dan berjalan kaki menembus lokasi gempa

Tim Dokter IDI Sulselbar Tembus Lokasi Gempa yang Belum Tersentuh di Lombok Utara, Ini Dilakukan!
handover
Anggota Tim Dokter IDI Sulselbar berfoto bersama anak-anak korban gempa Lombok di tenda pengungsian di Kecamatan Lombok Utara, NTB, Kamis (10/8/2018). 

Citizen Reporter
dr Arif Sutrisno
Tim dokter IDI Sulselbar melaporkan dari Lombok Barat, NTB

TRIBUN-TIMUR.COM - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mengirim Tim Dokter ke lokasi gempa tektonik di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Tim dokter IDI berangkat ke lokasi gempa bumi, di Lombok Utara, Selasa (7/8/2018) lalu. Dan kini berhasil menembus kawasan terpencil di Desa Bentek, Kecamatan Gangga, sehari setelah terjadinya gempa dengan kekuatan 7.0 SR.

Tim dokter IDI Sulselbar terdiri atas empat dokter yang diberangkatkan dari Makassar. Mereka adalah dr Arif Sutrisno, dr Aziz SpU, dr Rumaisah SpKFR, dr Zulfikar Jafar SpAn.

Anggota Tim Dokter IDI Sulselbar dr Arif Sutrisno menggendong bayi yang baru lahir di tenda pengungsian korban gempa Lombok di Kecamatan Lombok Utara, NTB, Kamis (10/8/2018).
Anggota Tim Dokter IDI Sulselbar dr Arif Sutrisno menggendong bayi yang baru lahir di tenda pengungsian korban gempa Lombok di Kecamatan Lombok Utara, NTB, Kamis (10/8/2018). (handover)

Rombongan kami harus menempuh perjalanan sekitar 2-3 jam dari Kota Mataram dengan mobil dan berjalan kaki menembus lokasi gempa dan menemukan kamp pengungsi dengan tingkat kerusakan bangunan rumah hampir 100 persen.

Sebelum tim dokter IDI Sulselbar di kawasan Kecamatan Gangga ini belum tersentuh bantuan, baik oleh relawan medis, obat-obatan maupun logistik yang sangat dibutuhkan para pengungsi korban gempa.

Baca: Persela 1-1 PSM, Gagal Revans, Juku Eja Terancam Digeser Persija, Barito, Madura, dan Bhayangkara

Baca: Kasus Kebakaran di Jl Tinumbu, Polrestabes Makassar Tetapkan 6 Tersangka, Terkait Sindikat Narkoba!

Baca: Simak 8 Daerah Usul Jumlah Formasi CPNS 2018, Minat di Provinsi Ini? Berikut Kuota Usulannya

Selama proses evakuasi dari para korban, tim dokter menemukan banyak kasus-kasus yang perlu penanganan lebih lanjut.

Seperti saat terjadi gempa, seorang ibu yang baru melahirkan dievakuasi ke bukit bersama bayinya karena beredar isu akan terjadi Tsunami. Selain korban selamat, jenazah korban gempa juga ikut dibawa keluarganya.

Tangani Pasien di Tenda

Tim dokter IDI Sulselbar melakukan pelayanan medis di bawah tenda-tenda darurat pengungsi. Ada pun korban yang luka serius dirujuk ke posko pusat penanganan medis di Kota Mataram

Yang sangat memprihatinkan, saat para pengungsi berada di bukit, muncul isu baru bukit akan runtuh sehingga ratusan pengungsi, sekitar 300-an orang atau 25 Kepala Keluarga, panik dan berlarian menyelamatkan diri.

KOndisi rumah warga yang rusak parah akibat gempa bumi 7,2 SR di Lombok Utara, NTB, Kamis (10/8/2018).
KOndisi rumah warga yang rusak parah akibat gempa bumi 7,2 SR di Lombok Utara, NTB, Kamis (10/8/2018). (handover)

Apalagi saat terjadi gempa susulan pada Kamis (9/8/2018). Warga Gangga sangat ketakutan dan trauma atas peristiwa gempa yang menghancurkan rumah-rumah dan menimbulkan korban jiwa dari keluarga mereka.

Korban meninggal di Kecamatan Gangga berjumlah 15 orang dan korban luka-luka puluhan orang. Ada pun korban yang patah tulang dilarikan ke rumah sakit untuk ditangani tim dokter ahli lainnya.

Tim dokter IDI Sulsel bersama relawan lainnya terus mencari daerah-daerah yang belum tersentuh lainnya di sekitar Lombok Utara. Terutama saat pagi hingga sore hari, selain melakukan pelayanan medis pada korban gempa.

Bila malam hari, kami kembali ke Kota Mataram untuk berkoordinasi dengan tim evakuasi lainnya. Tim dokter IDI Sulselbar sangat berharap proses evakuasi korban dan penyaluran bantuan ke korban bisa cepat dituntaskan. (*)

Editor: Arif Fuddin Usman
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help