Lurah Empoang Selatan Diperiksa Ombudsman, Plt Sekda Jeneponto: Wajar

Ombudsman itu mendalami berita yang diviralkan karena ini menyangkut masalah pelayanan publik.

Lurah Empoang Selatan Diperiksa Ombudsman, Plt Sekda Jeneponto: Wajar
sanovra/tribuntimur.com
Lurah Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Muhammad Yusuf keluar dari ruangan pemeriksaan Lembaga Pengawasan Ombudsman RI Sulsel di kantor Ombudsman, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Senin (9/7). Muh Yusuf menjalani pemeriksaan terkait Video lurah yang beredar di media sosial yang awalnya warga datang mengajukan permohonan izin usaha, tepatnya surat keterangan usaha (SKU) namun ditolaknya mentah-mentah, dan malah membentak warga. 

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com, Muslimin Emba

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Sempat viral lantaran diduga enggan menandatangani surat permohonan usaha warganya, Kepala Lurah Empoang Selatan Muh Yusuf, menjalani pemeriksaan di kantor Ombudsman, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Senin (9/7/2018).

Menanggapi hal itu, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Jeneponto Dr Syafruddin Nurdin mengungkapkan pemeriksaan yang dilakukan Ombudsman merupakan sesuatu yang wajar.

"Ombudsman itu mendalami berita yang diviralkan karena ini menyangkut masalah pelayanan publik jadi mereka butuh verifikasi langsung," kata Dr Syafruddin Nurdin.

Untuk pihak Pemkab Jeneponto sendiri, Dr Syafruddin Nurdin mengungkapkan persoalan itu telah selesai.

Baca: Sudah 4 Jam Lurah Empoang Jeneponto Diperiksa Ombudsman

Baca: Diduga Tak Mau Layani Warga karena Beda Pilihan saat Pilkada, Ombudsman Periksa Lurah di Jeneponto

"Kalau soal masalahnya versi kita itu sudah selesai, karena mereka sudah damai yang dibuktikan dengan pernyataan mereka bertiga dan kita juga sudah tindaklanjuti dengan memberi sanksi berupa teguran," ungkapnya.

Terpisah, Ketua DPRD Jeneponto, Andi Kaharuddin Mustamu menyayangkan adanya peristiwa itu.

"Tentunya sebagai pelayan masyarakat tidak boleh ada seperti itu, tidak boleh ada intimidasi apalagi soal politik. Saya rasa adalah bahasa yang baik digunakan agar masyarakat terlayani dengan baik," katanya.

Ia pun menyerahkan penanganan kasus dugaan pelanggaran itu ke pihak berwenang yang menangani perosalan ASN.

"Ya kita serahkan sepenuhnya sesuai prosedur yang ada, agar bagaimana ini dapat menjadi pemebelajaran untuk oknum pejabat lainnya agar tidak terulang lagi," jelas legislator Demokrat Jeneponto itu.

Seperti diketahui, Video lurah Empoang Selatan Muh Yusif diunggah pertama kali oleh pemilik akun Widya Suzuki Jeneponto dan viral di berbagai grup media sosial.

Namun, beberapa hari setelah video itu viral, Muh Yusuf, Widya pemilik akun Widya Suzuki Jeneponto dan Ardiansya (nama yang disebut dalam video itu) sepakat berdamai.(*)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved