THR Bebani Daerah, Sekretaris BPKD Bantaeng: Kita Kedepankan Manajemen Anggaran

Sekretaris BPKD Bantaeng, Junaedi menjelaskan bahwa dengan kebijakan tersebut, membuat THR di Bantaeng naik hingga 3 Miliar dari tahun sebelumnya.

THR Bebani Daerah, Sekretaris BPKD Bantaeng: Kita Kedepankan Manajemen Anggaran
edi/tribunbantaeng.com
Sekretaris BPKD Bantaeng, Junaedi. 

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Kebijakan pemerintah pusat soal pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) untuk ASN Tahun 2018 dirasa membebani daerah.

Sejumlah daerah telah mengeluhkan hal tersebut, salah satunya adalah Pemkab Bantaeng.

Sekretaris BPKD Bantaeng, Junaedi menjelaskan bahwa dengan kebijakan tersebut, membuat THR di Bantaeng naik hingga 3 Miliar dari tahun sebelumnya.

"Tahun lalu yang dimaksud THR adalah hanya gaji pokok semata sehingga estimasinya hanya sekitar Rp 13 miliar, tapi tahun ini tembus Rp 16 Miliar, sehingga selisihnya membebani daerah," ujarnya kepada TribunBantaeng.com, Jumat (8/6/2018).

Hal itu disebabkan karena terdapat peningkatan jumlah yang diberikan kepada para ASN, yang sebelumnya hanya gaji pokok tapi saat ini juga diberi tunjangan kecuali tunjangan beras.

Sehingga untuk menyiasati hal tersebut, pihaknya mengaku manajemen anggaran daerah yang harus dikedepankan dengan penjadwalan ulang kegiatan

"Caranya adalah menjadwal ulang kegiatan, karena pertimbangannya bisa saja pemerintah pusat akan mengganti setelah perubahan APBN," tuturnya.

Dia juga menjelaskan bahwa pencairan THR untuk semua ASN di Bantaeng telah dilakukan sejak Selasa, 4 Juni 2018.

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help