Kepala Unit UPTD BPLP Sulsel Terpaksa Puasa di Rutan Makassar

Nur Asikin ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) tim Kepolisian Daerah Sulsel.

Kepala Unit UPTD BPLP Sulsel Terpaksa Puasa di Rutan Makassar
TRIBUN TIMUR/DARUL AMRI
Kepala UPTD BPLP Dinas Perdagangan Sulsel, Nur Asikin digiring penyidik ke Rutan Polda Sulsel. 

Laporan wartawan Tribun Timur, Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Makassar kembali memperpanjang masa penahanan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Balai Pelayanan Logistik Perdagangan (BPLP), Disperindag Sulsel, Nur Asikin.

Otomatis pejabat Pemerintah Provinsi Sulsel menjalani puasa Ramadan tahun ini di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Makassar.

"Benar kita perpanjang penahananya selama 30 hari ke depan," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Makassar, Andi Helmi.

Nur Asikin ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim Kepolisian Daerah Sulsel.

Nur Asikin tak sendiri. Ia bersama Malik Arif, salah satu rekanan proyek yang terjarinh OTT.

Baca: Ditahan di Rutan Polda, Kepala UPTD BPLP Disperindag Sulsel Akui Tak Bisa Tidur

Perpanjangan masa tahanan para tersangka, karena saat ini JPU masih memperebaiki dakwaan.

Sementara waktu penahanan sudah hampir habis.

Pada awal Desember 2017, tim Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda melakukan OTT terhadap dua orang tersebut.

OTT ini dilakukan setelah tim terima laporan dugaan adanya Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang menjerat Asikin dan Malik terjadi di UPTD Balai Pelayanan Logistik Perdagangan (BPLP) Perdagangan.

Baca: Kejati Mulai Pelajari Berkas Kepala UPTD BPLP Disperindag Sulsel

Tim Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda langsung melakukan OTT dan berhasil temukan uang 350 juta dan diruangan terpisah, ditemukan 83,600 juta rupiah.

Namun perkembangan penyidikan tim Subdit Tipikor, Dicky menyebutkan saat ini barang bukti uang yang diamankan Polda Sulsel dengan total 533 juta.

"Jadi uang yang seharusnya ke pemprov itu dinikmati dua orang tersebut, tapi itu dinikmati beberapa orang, itu yang kita dalami," Kata Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondany.(San)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help