Pegawai K2 Luwu Timur Mengabdi 15 Tahun Minta Diangkat Jadi Upah Jasa

Ia meminta agar pemkab memperhatikan dan mengangkat tenaga honorer menjadi tenaga upah jasa.

Pegawai K2 Luwu Timur Mengabdi 15 Tahun Minta Diangkat Jadi Upah Jasa
handover
Forum Honorer Kategori 2 (FHK2) saat mengadu di DPRD Luwu Timur, Senin (14/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Pegawai honorer Kategori 2 (K2) Kabupaten Luwu Timur berharap pemerintah kabupaten (pemkab) mengangkatnya menjadi pegawai upah jasa.

Itu disampaikan Ketua Forum Honorer Kategori 2 (FHK2) Luwu Timur, Muh Hukama dalam rilisnya kepada TribunLutim.com, Selasa (15/5/2018).

Ia meminta agar pemkab memperhatikan dan mengangkat tenaga honorer menjadi tenaga upah jasa. "Peningkatan kesejahteraan tenaga honorer agar menjadi perhatian serius," katanya.

Baca: Honorer Guru di Toraja Utara Pertanyakan Honor, Bupati Kalatiku: Tidak Ada Pengurangan

Baca: Sama-sama Mengabdi ke Negara, Ini Bedanya Nasib Tenaga Honorer dan PNS di 2018, Bak Bumi dan Langit!

Ia pun mendesak agar pemkab dapat memasukan pegawai K2 dalam kuota penerimaan PNS jika ada penerimaan dari pusat.

Ada 395 pegawai K2 di Luwu Timur. Sementara 290 orang belum berstatus upah jasa dengan jenjang pengabdian yang bervariasi ada sampai 15 tahun.

FHK2 juga mempertanyakan SK yang belum diberikan kepada 44 honorer K2 yang telah lulus.

Sebagai informasi, FHK2 juga sudah mengadu ke DPRD Luwu Timur perihal permintaan diangkat menjadi upah jasa, Senin (14/5/2018).(*)

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved