Home »

Gowa

Dilarang Memancing di Danau Mawang? Ini Kata Dinas Perikanan Gowa

Danau Mawang yang berada di dua kecamatan di Gowa yakni Somba Opu dan Bontomarannu

Dilarang Memancing di Danau Mawang? Ini Kata Dinas Perikanan Gowa
TRIBUN TIMUR/WAODE NURMIN
Larangan memancing di Danau Mawang Gowa 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Kurang lebih 20 tahun lagi, Danau Mawang yang berada di dua kecamatan di Gowa yakni Somba Opu dan Bontomarannu, diprediksi akan habis.

Hal ini menyusul adanya sejumlah laporan ulah oknum-oknum yang mulai mematok area danau yang diketahui milik negara tersebut.

Ini pun menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Gowa dalam hal ini Dinas Perikanan dan Kelautan.

Mengambil langkah untuk penyelamatan, Dinas Perikanan Gowa dalam waktu dekat akan membuatkan sertifikat sebagai aset Pemda Gowa.

Namun langkah awal yang dilakukan adalah mempersilahkan pihak ketiga menyewa danau tersebut.

Kadis Perikanan dan Kelautan Gowa, Masykur Mansyur saat ditemui mengaku jika danau itu saat ini dalam status penyewaan oleh seorang pengusaha.

"Itulah kenapa ada tanda larangan memancing. Itu dipasang sama penyewanya. Karena disitu sudah ditabur bibit ikan," ujarnya Rabu (28/2/2018).

Rupanya tindakan itu mendapat respon penolakan dari masyarakat yang sering mencari ikan di danau tersebut.

Masykur pun menjelaskan jika larangan itu bukanlah arahan pemerintah. Namun keinginan penyewa.

"Saya sudah minta agar papan itu dicabut, bukan karena warga dilarang mancing, hanya sebagai cara agar ditahu jika ini danau dalam pengawasan. Dan bisa dibersihkan juga. Karena setelah saya tinjau sudah ada beberapa titik yang dipatok. Bahkan informasi saya dengar sudah ada warga yang jual dengan harga Rp 1,6 M," jelasnya.

Atas dasar itu, dia memperkirakan jika luas danau yang awalnya 68 H itu kini mulai berkurang menjadi kurang lebih 50 H saja.

"Inimi yang harus kita jaga, jangan sampai 20 tahun kedepan habis ini danau, jadi seperi Danau Tempe karena tidak diawasi. Nanti pembuatan sertifikat kita akan ukur ulang. Saya juga akan panggil itu saksi waktu pengukuran dulu," tambahnya.

Alasan lain, kata Masykur, keterangan dari penyewa jika beberapa hari lalu ada perkelahian antara sesama pemancing sehingga membuat kemacetan di area danau itu.

Namun saat Tribungowa.com mengecek lokasi langsung, masih ada beberapa warga yang tetap memancing meskiada tanda larangan. (*)

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help