Pilkada Pinrang 2018

Massa Hamka-Ahsan Kepung Kantor KPU Pinrang, Ini Alasannya

Mereka memprotes berita acara hasil dukungan perbaikan bakal calon persorangan untuk Pilkada Pinrang 2018 yang diterbitkan KPU.

Massa Hamka-Ahsan Kepung Kantor KPU Pinrang, Ini Alasannya
hery/tribunpinrang.com
Massa yang tergabung dalam tim Bakal Pasangan Calon (Paslon) Hamka-Ahsan mendatangi Kantor KPU Pinrang, Jl Bintang, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Minggu (11/2/2018). 

Laporan Wartawan TribunPinrang.com, Hery Syahrullah

TRIBUNPINRANG.COM, WATANG SAWITTO - Massa pasangan Hamka-Ahsan mendatangi Kantor KPU Pinrang, Jl Bintang, Kecamatan Watang Sawitto, Sulsel, Minggu (11/2/2018).

Mereka memprotes berita acara hasil dukungan perbaikan bakal calon persorangan untuk Pilkada Pinrang 2018 yang diterbitkan KPU.

Mereka menduga ada indikasi kecurangan yang dilakukan KPU Pinrang.

Dalam berita acara tersebut, tertera 7.415 dukungan e-KTP yang disetor Hamka-Ahsan.

Sebanyak 1.661 berkas yang dianggap telah memberi dukungan alias ganda.

Baca: Bapaslon Hamka-Ahsan Gagal Maju di Pilkada Pinrang 2018, Ini Sebabnya

"Itu artinya, sisa 5.754 dukungan yang dianggap memenuhi syarat," kata Juru Bicara (Jubir) Hamka-Ahsan, Andi Bahrun kepada TribunPinrang.com.

Namun anehnya, sisa dukungan memenuhi syarat untuk diverifikasi faktual yang tertera dalam berita acara itu, hanya sebanyak 4.245.

"Ini masalah. 7415 dikurangi 1661 itu harusnya jumlahnya 5754. Kok yang tertera 4245. Itu artinya ada 1509 dukungan kami yang lenyap begitu saja," ucap Andi Bahrun.

Ia menegaskan, pihaknya membawa massa tersebut untuk meminta kejelasan dari pihak KPU terkait hal itu.

"Kami datang dengan damai hanya untuk meminta kejelasan," pungkas Andi Bahrun.

Baca: Dilaporkan Tim Hamka-Ahsan di Panwaslu, Begini Penjelasan KPU Pinrang

Pantauan TribunPinrang.com, puluhan aparat berseragam rompi lengkap dengan senjata siaga di depan Kantor KPU Pinrang.

Saat demonstrasi berlangsung, seluruh komisioner KPU Pinrang tidak berada di kantor.(*)

Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help