TribunTimur/

Warga Basseang Ancam Pisah dari Pinrang, 'Bantuki Pak Bupati, Mana Janji Manismu'

Basseang butuh jalan bukan kubangan babi, mana pemerintah, bantuki pak bupati, kami bukan anak tiri, mana janji manismu?

Warga Basseang Ancam Pisah dari Pinrang, 'Bantuki Pak Bupati, Mana Janji Manismu' - basseang-pinrang_20170528_221007.jpg
Muh Azis Albar/TribunEnrekang.com
Warga unjuk rasa di jalan Desa Basseang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. Mereka menuntut pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya.
Warga Basseang Ancam Pisah dari Pinrang, 'Bantuki Pak Bupati, Mana Janji Manismu' - warga-basseang_20170528_220617.jpg
Muh Azis Albar/TribunEnrekang.com
Warga unjuk rasa di jalan Desa Basseang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. Mereka menuntut pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya.
Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar
TRIBUNPINRANG.COM, LEMBANG- Warga Desa Basseang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, mengancam pisah dari Pinrang.
Alasan mereka: infrastruktur daerah Basseang tidak diperhatikan Pemerintah Kabupaten Pinrang seumur-umur Indonesia.
Mulai dari akses jalan yang buruk, ketersediaan air bersih minim, listrik PLN tidak ada, dan layanan kesehatan tidak becus.
"Selama ini jika ada warga yang darurat medis, harus ke Enrekang karena di sini hanya satu Pustu, itu pun kondisinya sangat tidak memadai," kata tokoh masyarakat Basseang, Puang Firman, kepada Tribunrnrekang.com, Minggu (28/5/2017).
Puang Firman menyatakan, Basseang lebih baik gabung ke Enrekang jika tuntutan tak dipenuhi.
Miris, Basseang tanpa listrik. Padahal daerah ini hanya berjarak tujuh kilometer dari lumbung penerangan Sulsel, PLTA Bakaru.
"Keadaan di sini masih jauh dari kata merdeka, kalau begini terus mending kami pisah dari Pinrang dan bergabung dengan Enrekang," tegas Puang Firman.
Basseang adalah pelosok Pinrang yang berbatasan langsung Kabupaten Enrekang dan Toraja.
Beberapa hari terakhi, warga daerah ini turun ke jalan desa yang berlumpur.
Mereka membentangkan spanduk dengan tulisan: Basseang butuh jalan bukan kubangan babi, mana pemerintah, bantuki pak bupati, kami bukan anak tiri, mana janji manismu? (*)
Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help