Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Indonesia Broadcasting Ekspo 2013

Dari Gemasada, Siaran Digital sampai Lowongan Presenter

Setelah bertahun – tahun Indonesia khususnya dunia penyiaran

Tayang:
Penulis: CitizenReporter | Editor: Muh. Taufik

Farhanuddin, SE, M.Si
Wakil ketua KPID Sulawesi Barat
Melaporkan dari Jakarta

Setelah bertahun – tahun Indonesia khususnya dunia penyiaran hanya dapat melihat ekspo penyiaran di negara tetangga, Singapura. Maka mulai tahun 2013 ini, Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI ) bersama dunia penyiaran tanah air juga menggelar even akbar penyiaran bertajuk Indonesia Broadcasting Ekspo ( IBX ).

Pada kegiatan IBX 2013 yang berlangsung 18 – 20 April 2013 di gedung Balai Kartini Jakarta itu, digelar beragam kegiatan terkait dengan penyiaran, mulai dari pencanganan Gerakan Masyarakat Sadar Media ( Gemasada ) , seminar penyiaran, pameran teknologi terkini penyiaran sampai yang paling menyedot perhatian adalah  rekruiment besar – besaran dari industri media penyiaran untuk berbagai posisi dalam perusahaan.

Wakil Ketua KPID Sulbar Farhanuddin yang  ikut hadir dalam IBX tersebut menjelaskan Gemasada merupakan sebuah gerakan yang digagas KPI untuk menghadirkan masyarakat yang sadar dalam menyikapi serta memanfaatkan media berikut pesannya secara benar.  

“ Gemasada juga mendorong media yang ada saat ini menjadi media sehat yang konsisten menjalankan fungsinya (informasi, pendidikan, hiburan, kontrol dan perekat social) secara adil dan berimbang.  Kami di KPID Sulbar sendiri juga sebelumnya sudah punya gerakan advokasi menonton sehat yakni gerakan AMeSSa ( Ayo Menonton Secara Sehat ),” jelas Farhan di Mamuju, Senin (22/04).

Koordinator  bidang perizinan KPID Sulbar Munawir yang juga hadir dalam kegiatan itu mengakatan dengan adanya harmoni antara media dan masyarakat tersebut,  diharapkan dapat meneguhkan spirit Indonesia yang didasarkan atas nilai-nilai luhur bangsa ini.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring yang memulai penandatangan deklarasi Gemasada itu mengingatkan bahwa guna mencapai visi 2045 yakni Indonesia maju dan modern, dunia penyiaran punya peran besar dalam mewujudkan visi besar tersebut. Saat ini, ujar Tifatul, Indonesia memiliki jam menonton televisi 1 jam lebih banyak dari orang Amerika, yakni 4 jam sehari. Untuk itu tayangan di televisi kita, tentu saja harus yang berkualitas dan mencerdaskan.

Seminar pada kegiatan Ekspo Penyiaran 2013 ini juga diisi dengan berbagai bahasan yang sangat penting dan menarik perhatian para pengunjung, terbukti 6 materi penyiaran yang berlangsung selama 3 hari selalu dipenuhi pengunjung berbagai kalangan mulai pelajar, mahasiswa, praktisi penyiaran dan masyarakat umum lainnya.


Materi seminar yang disuguhkan itu antara lain  “Konvergensi dan Digitalisasi Media; Peluang dan Tantangan bagi Dunia Penyiaran”, “ Produksi Program Televisi Berkualitas” , “WORKSHOP P3SPS dan Uji Kompetensi” , “ Produksi Iklan Tepat Sasaran”  dan “Menjadi Penyiar Radio Handal”.

Disamping karena materinya memang menarik, membludaknya peserta seminar  itu juga karena pembicara dan moderatornya adalah orang – orang yang berkompeten, memiliki kapasitas dengan dukungan pengalaman serta tentu karena sudah sangat dikenal publik.

Untuk pembicara misalnya, tampil Dian Islamiati dari ABC Australia, Shanaz Haque dari pemerihati penyiaran sehat. Moderator dari sejumlah penyiar Radio - TV yang tak asing lagi di mata pemirsa salah satunya Tina Talisa.

Dalam pemaparannya tentang penyiaran digital, Dian yang sudah 13 tahun bekerja di ABC menjelaskan perkembangan dunia penyiaran di Australia terutama terkait dengan masuknya teknologi digital penyiaran.

“ Tentu perkembangan tekonologi itu akan membuat masyakat semakin mudah dan meriah dalam memperoleh informasi, inilah yang terjadi di Australia, telah terjadi konvergensi media antara televisi, internet dan media sosial,” kata Dian.

Selama 3 hari pelaksanaan jumlah pengunjung ekspo mencapai 13.500 orang, even pameran di lebih 40 stand TV – Radio  juga menjadi pusat perhatian, di sejumlah stand televisi misalnya, pengunjung dapat mencoba menjadi penyiar, pembawa acara dan mendapatkan tips menjadi presenter.

Bagian lain dari Ekspo ini yang juga sangat meriah adalah job fair, hampir semua stasiun TV dan Radio ramai – ramai membuka lowongan pekerjaan , pengunjung ekpso yang tertarik menjadi reporter, presenter dapat langsung memasukkan lamaran dan langsung dites.

Diharapkan tahun depan Broadcasting Ekspo akan lebih meriah, lembaga penyairan dari daerah juga akan semakin banyak terlibat sehingga industri penyiaran di daerah makin berkembang dan tidak terpusat di satu wilayah, ini tentu sesuai dengan semangat UU penyiaran untuk mewujukan penyiaran yang  beragam di isi siaran dan beragam di segi kepemilikan.


 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved