Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Nurdin Abdullah dan Masa Depan Bantaeng

Masa kepemimpinan Nurdin Abdullah sebagai Bupati Bantaeng, dalam hitungan bulan bakal berakhir.

Tayang:
Editor: Aldy
Manajemen pemerintahan yang bergaya corporate ini, adalah salah satu upaya Nurdin untuk mengubah budaya birokrasi menjadi budaya yang selalu melayani masyarakat, ramah, mudah, murah dan tidak berbelit-belit. Kendati pun begitu, Nurdin selalu berprinsip bahwa dalam menjalankan tugas sebagai pelayanan masyarakat, harus memegang tiga prinsip yakni disiplin, tegas dan berani.

Masa kepemimpinan Nurdin Abdullah sebagai Bupati Bantaeng, dalam hitungan bulan bakal berakhir. Agustus tahun ini, Bupati Bantaeng baru akan dilantik. Bisa jadi, Nurdin bakal dilantik lagi untuk kedua kalinya atau kandidat lain? Semua itu terpulang kepada masyarakat Bantaeng, ingin memilih kembali Nurdin Abdullah atau kandidat lain.  
Namun, jika melihat fenomena sosiologis yang berkembang di Bantaeng, kayaknya Nurdin Abdullah akan terpilih kembali untuk periode yang kedua kalinya. Sinyal itu, tampak dari sikap dan berbagai pernyataan sebagian besar masyarakat Bantaeng – untuk tetap memilih dan mempertahankan kepemimpinan Nurdin Abdullah di Butta Toa (sebutan khas Bantaeng).
Sikap yang ditampakkan masyarakat bermacam-macam, ada yang melakukannya dengan melakukan penggalangan KTP (Kartu Tanda Penduduk) yang konon telah terhimpun sampai 50.000 an KTP untuk mendukung pencalonan Nurdin. Ada juga yang membuat pernyataan sikap, yang meminta dan mengharapkan Nurdin mau dipilih kembali untuk jadi Bupati Bantaeng kali kedua.
Semua ini tentu menarik untuk dikaji, mengapa masyarakat sangat merindukan sosok Nurdin Abdullah memimpin mereka kembali ? Apa kelebihan Nurdin yang tidak dimiliki kandidat lainnya, yang menyebabkan masyarakat terpikat padanya? Jawabannya sederhana, bahwa masyarakat telah merasakan banyak perubahan yang telah terjadi selama Nurdin memimpin Bantaeng. Perubahan yang paling mendasar adalah kehidupan sosial ekonomi masyarakat makin meningkat dari waktu ke waktu.  

Beragam Perubahan
       Kehadiran guru besar pertanian Unhas memimpin Bantaeng selama hampir lima tahun terakhir ini, membawa banyak pengaruh yang berarti bagi kemajuan Bantaeng. Yang paling tampak sebenarnya adalah penataan infra struktur dan tata kota Bantaeng. Jika lima atau sepuluh tahun yang lalu, Bantaeng dikenal sebagai kota banjir maka kini Butta Toa sudah berhasil mengatasi masalah banjir dan sekarang ini kendati pun hujan lebat – kota Bantaeng tetap saja tidak mengalami genangan air yang berarti (berbeda sangat dengan Makassar hujan sedikit sudah banjir).  
Rupanya, upaya mengatasi masalah banjir dalam kota Bantaeng ini bisa dilakukan dengan melibatkan banyak pakar baik didalam maupun luar negeri. Hasilnya, kini telah dinikmati masyarakat Bantaeng, tak ada lagi banjir di tengah ketika hujan deras turun. Memang masalah banjir ini, sudah sangat lama melanda kehidupan masyarakat Bantaeng, ini disebabkan geografis Butta Toa yang umumnya berbukit-bukit, sehingga ketika musim hujan praktis semua limpahan air dari bukit-bukit tersebut mengalir ke tengah kota.
Anehnya, tak satu pun Bupati sebelum Nurdin yang mampu mengatasi masalah banjir tersebut. Namun, dengan kemampuan dan pola kepemimpinan yang diperlihatkan Nurdin, masalah banjir yang melanda Bantaeng berpuluh tahun lamanya – kini sudah bisa teratasi dengan baik.
Yang menarik lagi, potensi pantai Bantaeng yang selama ini tidak pernah terfikirkan untuk dijadikan wahana wisata masyarakat – kini telah terwujud dengan makin indahnya penataan pantai yang ada di Bantaeng baik di pantai Lamalaka maupun pantai seruni. Kemampuan Nurdin untuk mengubah lanscape pantai di Bantaeng menjadi tempat rekreasi dan sekaligus pasar bagi sektor informal dan usaha kecil.
Dalam konteks sosiologi perkotaan, memang harus ada public space (ruang publik) yang disiapkan oleh pemerintah untuk memberikan suasana aman dan nyaman bagi masyarakat khususnya masyarakat kecil. Karena dalam situasi kehidupan sekarang ini yang makin kompleks, masyarakat mudah terkena stress dan salah satu obatnya adalah dengan memberi ruang publik yang nyaman, aman, murah dan bisa menghilangkan stress. Ini yang dipahami oleh Nurdin, sehingga Pantai Lamalaka dan Pantai Seruni disulap menjadi ruang publik bagi masyarakat Bantaeng yang nyaman, aman, murah dan menyenangkan.
    Satu hal lagi yang berkesan, ketika baru masuk di perbatasan Jeneponto – Bantaeng, kita sudah mulai merasakan perbedaan. Jika di Jeneponto jalannya parah dan banyak berlobang, namun jalanan mulai dari perbatasan sampai dalam kota Bantaeng sangat mulus. Di sisi lain, suasana kota Bantaeng mulai terasa ketika kita tidak menjumpai lagi sampah-sampah bertebaran di pinggir-pinggir jalan.
Bantaeng telah berubah menjadi kota bersih dan apik, dan ini yang menyebabkan Bantaeng dapat menyabet piala Adipura tahun 2012 untuk kategori kota kecil. Artinya, kepemimpinan Nurdin yang kuat bersinergi dengan kesadaran masyarakat untuk membangun dan memelihara kebersihan, telah mampu mewujudkan Bantaeng sekarang yang  bersih, apik dan enak dipandang.   

Jadi Mandiri
Prestasi lain yang juga patut dipahami adalah berubahnya status Bantaeng dari kabupaten tertinggal menjadi kabupaten mandiri. Tidak dapat dipungkiri bahwa berpuluh tahun Bantaeng dikategorikan sebagai kabupaten ‘miskin’ yang mana pendapatan per kapita masyarakat relatif rendah dibanding dengan kabupaten lain di Sulsel. Bantaeng beberapa waktu lalu, malah dikelompokkan sama dengan Jeneponto, Barru, Takalar dan lain-lain yang kondisi masyarakatnya masih banyak yang berada dibawah garis kemiskinan.
Namun sekarang ini, Bantaeng telah berubah dari kabupaten tertinggal menjadi kabupaten mandiri. Indikatornya, pendapatan per kapita meningkat, industrialisasi terhadap hasil-hasil holtikultura berkembang, stimulus pendanaan terhadap desa-desa untuk meningkatkan pendapatan petani juga makin meningkat, dan masih banyak indikator lainnya.
Semua ini memberi indikasi bahwa kebijakan dan program kerja yang dilaksanakan oleh Nurdin Abdullah mampu memberikan kebanggaan bagi masyarakat Bantaeng. Yang lebih menggembirakan, karena di era Nurdin banyak investasi asing masuk ke Bantaeng. Dalam teori ekonomi, investasi asing adalah instrumen dari meningkatnya pendapatan masyarakat karena terbuka lapangan kerja yang sekaligus mampu menyerap tenaga kerja lokal yang banyak. Jadi kalau Nurdin mampu memperbanyak investasi asing masuk ke Bantaeng, ini tentu berdampak makin meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat Bantaeng dari waktu ke waktu.

Manajemen Pemerintahan
    Ketika mahasiswa jurusan Sosiologi Unhas berkunjung ke Bantaeng akhir tahun lalu, Nurdin Abdullah yang menerima langsung -– memaparkan manajemen pemerintahan yang dilakukannya. Salah satu kekuatan manajemen pemerintahan Nurdin adalah mengembangkan pemerintahan yang berbasis human relations dengan cirinya memberikan pelayanan prima (service excellent) kepada masyarakat sesuai dengan tingkat kebutuhan masyarakat.
Bahkan setiap pagi di rumah jabatannya, Nurdin bersedia menerima masyarakatnya dengan berbagai uneg-uneg, masalah dan permohonan bantuan yang diutarakan masyarakatnya. Di kantor Bupati Bantaeng, sistem pelayanan kepada masyarakat pun dilakukan layaknya sebuah corporate. Masyarakat dengan mudah dan cepat dilayani, dan selalu ada solusi dari semua permasalahan administratif yang dibutuhkan masyarakat.
    Manajemen pemerintahan yang bergaya corporate ini, adalah salah satu upaya Nurdin untuk mengubah budaya birokrasi menjadi budaya yang selalu melayani masyarakat, ramah, mudah, murah dan tidak berbelit-belit. Kendati pun begitu, Nurdin selalu berprinsip bahwa dalam menjalankan tugas sebagai pelayanan masyarakat, harus memegang tiga prinsip yakni disiplin, tegas dan berani. Dan inilah yang mengantar Nurdin mencapai kesuksesan dalam memimpin Bantaeng.
    Jadi kalau masyarakat masih meminta Nurdin Abdulllah untuk menjadi Bupatinya pada periode kali kedua, ini karena masyarakat melihat bahwa masa depan Bantaeng akan lebih gemilang di masa datang. Dan ini yang harus dijawab oleh Nurdin, bahwa Bantaeng harus menjadi pusat pertumbuhan bagian selatan Sulsel. Semoga berhasil!***

Oleh;
Muh Iqbal Latief
Dosen Sosiologi Unhas

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved