Oknum Kejari Makassar Diduga Aniaya Wartawan
Seorang wartawan Harian Ujungpandang Ekspres Kris Tanjung
Penulis: Ilham Arsyam | Editor: Muh. Taufik
Kejadian ini berawal, ketika Kris Tanjung hendak menemui Kasi Intelijen Kejari, Syahrul Juaksa untuk mengkonfirmasi keabsahan dari surat laporan resmi masyarakat yang masuk di Kejari terkait kasus dugaan beberapa Kepala Sekolah (Kepsek) di wilayah UPTD Ujung Tanah yang menyalahgunakan dana Bantuan Operasional (BOS) dan dana pendidikan gratis tahun anggaran 2012. Dugaan penyalagunaan dana BOS dan pendidikan gratis tersebut untuk tingkat Madrasah Intidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD).
Menurut Kris, Kasi Intelijen yang hendak dikonfirmasi ternyata tidak ada dalam ruangan, sesuai keterangan salah seorang staf bagian Intelijen, Hidayat. "Saya menitip pesan kalau beliau kembali datang tolong kabari saya," pesan Kris kepada staf tersebut.
Beberapa saat telah meninggalkan kantor Kejari Makassar, Kris mendapatkan telepon langsung dari Kasi Intelijen, Syahrul Juaksa dan mempertanyakan kebenaran kedatangan Kris yang hendak datang konfirmasi. Setelah membenarkan, akhirnya Kris yang sehari-hari bertugas di kejaksaan dan pengadilan Makassar diminta untuk langsung naik ke ruangan Syahrul.
Setelah sampai depan ruangan Kasi Intelijen, Kris langsung mengetok pintu dan masuk langsung salaman sembari kembali memperkenalkan diri, serta konfirmasi terkait keabsahan surat laporan masyarakat terkait kasus dugaan penyelewengan dana BOS tersebut.
Bukan malah mendapatkan jawaban, justru mendapatkan tindakan arogan dengan menyeret Kris keluar ruangan hingga sejumlah staf Kejari ikut menarik turun ke tangga sembari mendapatkan perkataan yang tidak pantas. Serta mencerca sejumlah wartawan yang hendak meliput di Kejari Makassar.
"Cabut itu mulutnya," kata salah seorang aparat Kejari kepada wartawan.(*)