Panggilan SMS Maut
Salma (35), tidak menyadari bila pesan pendek (SMS) yang diterimanya adalah
JAKARTA,TRIBUN-TIMUR.COM- Salma (35), tidak menyadari bila pesan pendek (SMS) yang diterimanya adalah "undangan" menuju maut. Pesan pendek dari Irwansyah, pacar gelap Salma, yang masih tersimpan di ponsel milik korban itu pula yang menjadi petunjuk bagi polisi untuk menciduk terduga pelaku pembunuhan.
"Datang ke saya, ya Sayang. Tolong bawa karung karena saya mau bawa barang. Jangan lupa bawa motor, Sayang," kata Komisaris Besar M. Iqbal, Kapolres Metro Jakarta Utara, mengutip isi SMS di ponsel korban, saat menyampaikan keterangan pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Kamis (7/3/2013) sore.
Pesan SMS tersebut diterima ibu tiga anak itu pada Rabu (27/2) sore. Pekerja salon itu lantas mengikuti ajakan Irwansyah untuk bertemu di kos sang pacar yang terletak di Jalan Gabus Pucung, Kampung Bogor, Taruma Jaya, Bekasi.
Dari barang bukti, yang dipaparkan penyidik, terlihat bahwa Salmah mendatangi kos tersangka dengan penampilan layaknya orang yang sedang kasmaran. Ia mengenakan baju kemeja, celana jins biru, kain batik, dan stocking kaos lengan panjang. Cincin dan gelang emas pun tersemat di jari dan tangannya.
Tanpa mencium gelagat buruk yang tengah menantinya, Salma mengikuti arahan Irwansyah, yang tidak memiliki pekerjaan tetap itu. Ia datang dengan mengendarai sepeda motor dan membawa serta karung dan tali yang diminta sang pacar.
"Saya minta dia bawa karung karena pingin buang mayatnya," terang Irwansyah di Mapolrestro Jakarta Utara. Pria yang telah memiliki dua orang anak itu menerangkan, hubungan gelap antara dia dan korban sempat diwarnai percecokan menjelang peristiwa pembunuhan.
Irwansyah (28), berdalih bahwa korban pernah meminjam uang miliknya dan tak ingin mengembalikan pinjaman tersebut. Karena itu, ia ingin menghabisi dan mengambil barang-barang milik korban.
Rencana pembunuhan itu dilaksanakan Irwansyah pada Rabu (27/2/2013) lalu sekitar pukul 22.00. Seusai berhubungan intim, tersangka mengambil kain batik milik korban dan membekap mulut korban yang masih berbaring dengan kondisi telanjang. Tersangka kemudian mencekik leher korban hingga tewas.
Tubuh korban kemudian dimasukkan ke karung, disusul pakaian korban. Karung tersebut lantas diikat dan dibawa dengan menggunakan sepeda motor korban ke arah Kanal Banjir Timur (KBT), Kali Rorotan, Cilincing. Di Kampung Karang Tengah RT 03 RW 09 di tepi Kali Rorotan itulah jasad yang dibungkus karung itu dibuang.
Pembunuhan sadis itu sempat terendap selama sepekan. Keberadaan karung di tepi KBT baru mengundang perhatian warga setelah mengeluarkan bau busuk menyengat. Warga yang menaruh curiga lantas melaporkan temuan tersebut kepada petugas kepolisian pada hari Rabu (6/3) sekitar pukul 18.00 WIB.
Petugas Satuan Reskrim Polrestro Jakarta Utara yang tiba satu jam berselang, langsung memeriksa karung itu, ternyata berisi sesosok mayat perempuan. Saat memeriksa jasad tersebut, petugas menemukan barang bukti yang bisa dijadikan petunjuk untuk mengarahkan penyelidikan kepada pelaku pembunuhan.
"Isi Hp (ponsel, red) yang ditemukan bersama korban menjadi entry point. Salah satu SMS terakhir yang masuk ke Hp korban mengarah ke terduga pelaku," kata M Iqbal merujuk pada SMS yang dikutipnya tadi.
Tak jauh dari lokasi penemuan jasad, petugas bertemu N dan S, ayah dan anak, warga Babelan, Bekasi, yang sedang mencari Salma karena hilang selama sepekan. Kedua orang itu langsung diantar ke lokasi penemuan untuk membantu proses identifikasi.
N dan S yang tak lain adalah suami dan putra sulung Salma langsung mengenali jasad tersebut. Penyidik lantas mengumpulkan keterangan dari keduanya.
Bertolak dari keterangan kedua saksi dan SMS di ponsel korban, anggota Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Utara langsung disebar untuk membekuk terduga pelaku. Tak sampai 24 jam setelah penemuan mayat, Irwansyah telah dibekuk petugas saat nomor ponsel diaktifkan untuk menelepon.