Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Film Innocence of Muslims

Mahasiswa Sulsel di Malaysia Kecam Perusakan KFC

Perusakan terhadap KFC dan McDonalds di Makassar, Senin (24/9/2012) menuai banyak kecaman.

Tayang:
Penulis: Jumadi Mappanganro | Editor: Jumadi Mappanganro
Mahasiswa Sulsel di Malaysia Kecam Perusakan KFC - haidir_fitra_siagian.jpg
dokumentasi
Haidir Fitra Siagian
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Perusakan terhadap restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken (KFC) dan McDonalds di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Senin (24/9/2012) menuai banyak kecaman.

Apalagi pelaku perusakan tersebut membawa-bawa label Islam melalui organisasi mereka yakni Front Solidaritas Islam (FSI) Makassar. Perusakan KFC dan McDonalds tersebut terjadi saat sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam FSI demo mengecam film Innocence of Muslims yang berisi penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Kecaman tersebut datang dari sejumlah mahasiswa asal Sulawesi Selatan (Sulsel) yang sedang melanjutkan pendidikan di Malaysia. Di antara disampaikan Haidir Fitra Siagian yang melanjutkan pendidikan Program PhD Universiti Kebangsaan Malaysia.

Menurut Haidir, Islam yang sesungguhnya tidak pernah mengajarkan segala bentuk kekerasan kepada pihak yang tidak berdosa. Bahwa mereka memakai atribut Islam misalnya, belum tentu mereka itu mahasiswa Islam yang sebenarnya.

“Tak tertutup kemungkin mereka memang beragama Islam dan kuliah di perguruan tinggi Islam, akan tetapi hakikat keislaman tidak ada pada diri mereka, sehingga tidak layak disebut sebagai mahasiswa Islam,” tulis Haidir di akun facebook Nasrulla Nara, Selasa (25/9/2012).

Haidir yang juga dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin ini berpendapat, tidak tertutup kemungkinan ada pihak yang dengan sengaja memanfaatkan aktivitas demo itu untuk justru mengacaukan suasana. Ibarat mengail di air keruh. Oknum itu telah memperalat gerakan kemahasiswaan.

Karena itu, katanya, perlu ada investigasi terhadap demo yang dilakukan FSI Makassar. Apakah memang mereka mahasiswa Islam?

“Pasalnya, jika mereka adalah mahasiswa Islam, per teori, tak mungkin melakukan hal seperti itu,” tegas Haidir yang juga aktif di Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sulsel ini.

Hadiri menambahkan film Innocence of Muslims memang patut dikecam di seluruh dunia. Namun ia berharap kecaman yang dilakukan tetap dalam koridor ajaran Islam yang mengutamakan cara-cara arif dan bijaksana. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved