A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

UKM Jangan Takut Naik Kelas - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribun Timur
Home » Opini

UKM Jangan Takut Naik Kelas

Jumat, 13 Juli 2012 19:15 WITA
UKM Jangan Takut Naik Kelas
KITA tahu dan sadar bahwa peran UKM (Usaha Kecil dan Menengah) sangat strategis dalam struktur perekonomian nasional. Namun kesadaran tersebut tidak ditindaklanjuti oleh upaya penguatan secara sungguh-sungguh, bahkan cenderung membiarkan perekonomian nasional dikuasai oleh segelintir pemodal besar, yang di dukung oleh kekuasaan, baik di tingkat nasional maupun di daerah.
Para pengusaha UKM seharusnya berbangga, oleh karena kelanjutan hidup bangsa ini tergantung padanya. UKM dari dulu merupakan kunci pertahanan ekonomi nasional. UKM menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi nasional yang sangat signifikan. Karena itu, sangat wajar jika sektor UKM ini mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah.
Bagaimana caranya? Pasti itu yang menjadi pertanyaan Anda setelah membaca judul di atas. Bermimpilah! Banyak UKM yang didirikan hanya sekadar untuk menjadi UKM. Mereka tidak mempunyai mimpi yang besar, yang para ahli manajemen menyebutnya dengan visi. UKM harus mempunyai visi mengenai masa depan dan tujuan yang konsisten bagaimana cara mencapai visi tersebut.
Modal utama yang diperlukan adalah mimpi, sabar, pantang menyerah, dan berdoa. Sebagai pelengkapnya dalam mencapai itu adalah dengan tekad dan komitmen yang kuat untuk menambah pengetahuan dan pengalaman.
Pengetahuan didapatkan melalui berbagai cara, misalnya: surfing internet, buku, seminar, dan pelatihan. Hal-hal tersebut kemudian harus dipraktikkan.
Sedangkan pengalaman di peroleh dari teman-teman serta magang di tempat lain sesuai dengan usaha Anda. Bahkan impian dapat menjamin keberhasilan, karena senantiasa menjadi sumber motivasi hingga mencapai tujuan atau menggapai tujuan selanjutnya.
Dorongan motivasi itulah yang akan menggerakkan tubuh dan mengatur strategi yang harus ditempuh, misalnya bagaimana mencari informasi dan menjalin komunikasi maupun bekerja sama dengan orang lain.
Membuat perencanaan kinerja usaha (target) dimulai dengan membangun visi, misi, rencana atau target jangka panjang dan jangka pendek. Visi dan misi adalah impian yang perlu kita definiskan secara tertulis dan diklarifikasi secara terus menerus.
Visi harus memiliki jiwa dan memberikan energi bagi setiap anggota organisasi. Untuk itu buatlah visi yang mulia yang memiliki jiwa dan energi dorong usaha Anda. Visi, misi, target jangka panjang/pendek, strategi usaha harus dituliskan secara terstruktur.
Kurangnya kemauan adalah penghalang utama UKM untuk naik kelas. Rata-rata pengusaha kita mudah untuk “merasa cukup” karena targetnya tidak muluk-muluk, cukup untuk menyekolahkan anak-anak, punya rumah, tanah, mobil, pergi haji dan menabung. Mungkin hanya lima persen dari pengusaha UKM yang terus tertantang untuk naik tingkat, menguasai pasar nasional, regional, dan bahkan dunia.
Umumnya UKM adalah usaha yang relatif relatif kecil, baik dari modal, skala bisnis, hingga sumber daya. Namun dalam menjalani usahanya UKM tidak boleh lama-lama. Harus ada tekad kuat untuk menjadikan usaha tersebut naik kelas atau memperbesar skala usahanya.
Sudah waktunya mengubah pola pikir usaha bagi UKM untuk naik kelas yang harus punya harapan untuk berkembang, skala usaha membesar, dan suatu saat memiliki kantor dan pabrik yang besar. Beberapa upaya yang perlu ditempuh dalam menaikkan skala usaha antara lain melakukan branding, menciptakan corporate identity, membenahi manajemen keuangan dan bisnis, serta mulai menawarkan produk dan jasanya ke tingkat korporat.         
Beberapa UKM yang berpotensi untuk naik kelas antara lain catering, kuliner, busana, bisnis online, dan masih banyak lagi. Sebenarnya, bukan persoalan jenis bisnisnya, namun lebih kepada konsep dalam membesarkan usaha.
Selain dari sisi kemauan, banyak juga UKM yang enggan berurusan dengan bank. Padahal bank adalah lembaga yang siap menerima permintaan bantuan yang dibutuhkan para pengusaha UKM asal sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Terkadang UKM takut untuk berhubungan dengan bank, apalagi pinjam modal kerja, padahal pinjaman modal kerja diberikan berdasarkan kemampuan usaha dalam mencetak laba, kemudian barulah melihat cakupan agunan. Para pengusaha UKM seharusnya mulai diperkenalkan ke dunia perbankan, pada saat seminar, pertemuan, atau pelatihan UKM, bukan hanya memotivasi atau memberi tips-tips usaha saja.
Skala usaha UKM memang tidak jarang masih bersifat one man show. Pemilik usaha bisa merangkap tugas pokok dan fungsi sebagai seorang tenaga pemasaran, tenaga penjualan, dan kadang juga sebagai kurir.
Namun ketika bisnisnya mulai berkembang dan membesar, ditandai dengan sudah mampu mengangkat seorang atau beberapa karyawan, sudah saatnya pemilik mengalokasikan waktu dan pikirannya untuk hal-hal yang bersifat lebih strategis.
Dalam era globalisasi, UKM harus mampu menumbuhkan kemandiriannya yaitu kemampuan untuk melakukan problem solving dengan bertumpu pada kemampuan dan kompetensi diri sendiri tanpa harus tergantung kepada pihak ke tiga.
Banyak pengusaha yang bangga karena seluruh produksinya dibeli apalagi bila diekspor, dengan alasan produknya mampu memenuhi standar internasional dan mampu menghasilkan devisa. Tetapi jangan cepat puas, mulailah untuk berpikir memajukan usaha Anda, misalnya dengan mulai memakai ”merk” sendiri. Bukankah dengan hanya menjadi penjahit, maka kelangsungan hidup usaha Anda akan tergantung dari kemurahan hati pemberi order.
Memang tidak mudah, membangun nama membutuhkan kesabaran, ketekunan, kreativitas dan tentu saja kadang-kadang keberuntungan. Demikian pula halnya dengan UKM harus berorientasi pada prestasi, UKM harus selalu mengejar prestasi yang lebih baik dari pada prestasi sebelumnya. Mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama.
Setiap waktu segala aktivitas usaha yang dijalankan selalu dievaluasi dan harus lebih baik dibanding sebelumnya.
Persoalan kinerja seringkali menjadi kendala sektor UKM untuk maju. Dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dipercaya dapat membantu peningkatan kinerja tersebut. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di abad ini semakin pesat.
Apapun dapat dilakukan dalam era komputasi ini, penggunaan aplikasi IT sudah merambah ke berbagai sektor kehidupan manusia. Meskipun harus diakui, penggunaan IT ternyata masih dikategorikan sebagai salah satu sumber daya yang terklasifikasi secara eksklusif dan identik dengan suatu kecanggihan super yang mahal. UKM harus dapat memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usahanya, tergantung dari kebutuhan yang diperlukan bagi keberlangsungan usahanya.
Banyak aplikasi-aplikasi teknologi yang dapat dimanfaatkan, misalnya perangkat lunak akuntansi (accounting software) yang dapat memangkas biaya, atau inventory management system yang memungkinkan perusahaan mengendalikan persediaan barang, dan lain-lain.
Sayangnya masih banyak UKM yang belum memanfaatkan keadaan ini. Seharusnya IT dipandang dapat menjadi salah satu sektor pendorong bagi kemajuan usaha bagi UKM.
Seringkali kita jumpai ada begitu banyak orang yang selalu memvonis diri kurang mampu, tidak pernah mengenyam pendidikan ekonomi, tidak punya bakat bisnis, tidak bisa internet serta komputer, tidak mampu berbahasa inggris, dll. Semua itu sering dijadikan hambatan untuk berbisnis.
Demikian pula halnya dengan para pengusaha UKM. Kurang percaya diri untuk membuat usahanya lebih maju. Tidak perlu menjadi pintar terlebih dahulu untuk menjadi sukses dan kaya.
Pilihlah jenis usaha yang sesuai, menerapkan sebuah sistem yang tepat dan telah teruji yang mampu membuat pengusaha UKM menjadi percaya diri dalam menjalankan usaha dan sukses. Selain itu inisiatif dan selalu proaktif, merupakan syarat lain dimana para pengusaha UKM tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan.
Tugas pemerintah yang utama adalah menciptakan iklim usaha yang pada dasarnya meningkatkan kemampuan UKM untuk mengakses pasar. Yang dimaksud dengan Akses terhadap pasar, ialah UKM diikutsertakan secara wajar dalam usaha memasuki dan berperan dalam pasar, yang mana pada hakikatnya adalah akses terhadap peluang di pasar, sehingga pada gilirannya nanti UKM mampu bertahan dan bersaing di dalam persaingan yang “fair” dalam pasar.
Harapan terakhir adalah memberikan peran yang “besar” kepada UKM, peran tersebut dapat berkaitan dengan selain akses ke pasar, juga akses terhadap sumber pembiayaan dan akses ke pengambil kebijakan sehingga UKM dapat menjadi unit usaha yang semakin mandiri dan mampu untuk naik kelas.
Jadi saran saya adalah jangan lama-lama jadi UKM dan jangan takut naik kelas. Jadilah pengusaha besar. Betul kata orang bahwa small is beautiful, tetapi medium is wonderful, dan big is powerful.(*)

Oleh;
Anas I Anwar Makatutu
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas
Sumber: Tribun Timur
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
95282 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas