A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Irsyad Manji dan Azab Kaum Sodom - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribun Timur
Home » Opini

Irsyad Manji dan Azab Kaum Sodom

Jumat, 11 Mei 2012 05:23 WITA
Irsyad Manji dan Azab Kaum Sodom
dok tribun
Advisory Staff Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Makassar
Sedari awal Islam sebagai aturan hidup paripurna, telah memiliki solusi yang preventif. Aturan Islam yang mewajibkan seorang wanita menutup aurat misalnya. Ini aturan yang sangat memuliakan sekaligus melindungi manusia.

Berbuatlah yang aneh, maka dirimu segera akan terkenal. Kurang lebih begitulah tafsiran satu pepatah Arab. Kini pepatah itu menemukan kenyataannya. Bila ada yang berani berbuat yang tak biasa, maka menjadi buah bibirlah dia. Untuk sekarang Irsyad Manji, kembali membuktikan itu. Irsyad Manji, penulis dan jurnalis asal Kanada.
Banyak yang menggelari dia sebagai intelektual muslim. Akan tetapi gelar itu penyandangan gelar itu patut dipertanyakan. Intelektual muslim macam apa, yang dengan bangga mengatakan dirinya adalah lesbian. Tak hanya itu, Irsyad pun menyatakan bahwa Al Quran telah diedit oleh Rasulullah Muhammad SAW. Kalau sudah seperti itu pemikiran yang dibawanya, maka wajar bila ada penolakan dimana-mana.
Sebagai seorang muslim, adalah harga mati untuk menolak lesbianisme. Tak ada yang rela bila lesbianisme, dianggap sebagai hal yang biasa. Bukan masalah. Sehingga lesbianisme dianggap sebagai pilihan logis. Harus dijamin, tak boleh ada yang menggugat. Bila ada yang menggugat, maka ia akan didera delik pelanggaran HAM.
Kelak, kalau ide lesbianisme telah menggeroti bangsa, itu berarti kehancuran sudahdi depan mata. Ada fakta sejarah yang tak bisa dihapus. Ia telah menjadi pelajaran yang begitu berharga. Sekaligus ancaman bagi mereka yang ingin bertindak serupa. Sejarah tentang akhir hidup sekelompok kaum yang menyimpang dari fitrahnya. Menyukai sesama jenis. Kaum Sodom namanya. Kepada mereka, telah diutus Nabi Luth untuk memperbaiki kedurhakaannya itu. Sayang, banyak nasehat yang telah terberi, namun sebanyak itu pula yang mereka tolak.
Dakwah Nabi Luth dianggap angin lalu. Tak berarti apa-apa. Tak ada yang membekas.
Saat kedurhakaan kaum Sodom telah mencapai pucak, Allah punya cara sendiri untuk membungkamnya. Bila nasehat Nabi tak lagi didengar, maka azab pedih yang akan bertandang. Kaum Sodom, adalah salah satu kaum yang diazab dengan bencana teramat dahsyat. Negeri meraka dijungkirbalikkan. Kemudian didatangkan hujan berupa serpihan batu dan tanah yang terbakar. Agar menjadi pelajaran bagi umat mendatang (termasuk kita saat ini), azab dahsyat
ini diabadikan dalam Al Quran. Surah Hud, ayat 82 telah merekam pedihnya azab yang ditimpakan kepada Kaum Sodom.
Tentu tak perlu menunggu Allah mendatangkan azab serupa, barulah kita sadar. Dalam tinjauan Islam, jelas hukum lesbi adalah haram. Wajib menjauhinya. Tak ada lagi perbedaan pendapat didalamnya. Ini hukumyang pasti.

Permudah Pernikahan
Aktivitas seksual antara lelaki dan lelaki juga perempuan dan perempuan, biasa diistilahi dengan liwath. Memang rangsangan seksual adalah sesuatu yang fitrah pada manusia. Bila dorongan itu adalah fitrah, berarti bukan masalah. Baru akan menjadi masalah ketika dorongan yang fitrah itu ingin dipenuhi. Nah pada titik inilah Islam muncul untuk mengatur, tetang tata cara pemenuhan dorongan itu. Tak boleh dipenuhi sekehendak hati manusia. Penuhilah sesuai dengan jalan yang dituntunkan Allah.
Saat dorongan itu muncul, maka tersaji beragam pilihan untuk memenuhinya. Dan, Islam telah memberikan jalur yang halal dan pasti berkah. Itulah pernikahan. Maka dalam Islam, ada syariat untuk mempermudah pernikahan. Sayang sekali, banyak kampaye miring mulai mendiskreditkan institusi pernikahan.
Kaula muda, ditakut-takuti untuk menikah dini. Dengan penggambaran masa depan yang akan suram. Sementara pada saat yang bersamaan, perilaku seks bebas dibiarkan. Justru difasilitasi dalam regulasi negara. Tentu ini hal yang kontra produktif.
Ditambah lagi dengan budaya glamor di tengah masyarakat. Menjadikan meriahnya pernikahan sebagai penentu status sosial. Akhirnya biaya pernikahan pun dibandrol dengan harga selangit. Sementara itu, gejolak hati sudah sedemikian menjadi. Maka tak sedikit yang bermaksiat dengan zina sebagai jalan keluarnya. Pun homo dan lesbi menjadi salah satu alternarif pilihan.Tapi tentu cara ini adalah haram dan mengundang hadirnya azab bencana.

Aturan Paripurna
Sedari awal Islam sebagai aturan hidup paripurna, telah memiliki solusi yang preventif. Aturan Islam yang mewajibkan seorang wanita menutup aurat misalnya. Ini aturan yang sangat memuliakan sekaligus melindungi manusia. Khususnya rumpun wanita. Meledaknya hasrat seksual, dipantik dari faktor eksternal. Bila faktor eksternal itu ada, maka mulailah bergelora hasrat itu. Dulu pernah marak kasus, maraknya pemerkosaan tersebab mulai lumrahnya wanita berbusana terbuka. Di sinilah pelajaran berharga seharusnya kita petik.
Wanita yang menutup auratnya, tentu akan lebih terjaga. Termasuk Islam telah membendung segala pemikiran yang akan menggiring umat untuk berpikir liberal. Berpikir serba bebas dan tak mau terikat pada syariat Allah. Dari pemikiran seperti ini, lahirnya beragam tindakan yang menyimpang, serupa lesianisme. Tak boleh ada yang menggugat. Lagi-lagi berkilah di balik dalih, kebebasan berekspresi. Seperti sekarang ini.
Untuk itu diperlukan kesholehan dalam ranah individu. Kesolehan individu ini yang akan mendorong seseorang berlaku taat. Ia merasa takut berdosa, bila tidak turut pada syariat Allah. Menjauhi segala cela yang bisa menggiringnya menyalurkan rasa seksual pada jalur yang diharamkan.
Akan tetapi, kesholehan individu seperti ini tak akan bertahan lama. Apalagi bila berbaur dalam sistem kehidupan yang tidak Islam. Lingkungan punya andil besar dalam mencetak karakter kepribadian. Nah, untuk mengkondisikan sistem kehidupan menjadi islami, tentu bukan kerja orang perorang.
Tak akan kuasa individu untuk melakukan perombakan sistem kehidupan. Maka diperlukan campur tangan negara. Karena negaralah pihak yang memiliki kekuatan dan kewenangan untuk mengatur regulasi sistem kehidupan. Negara pula yang paling menentukan
apakah suatu sistem kehidupan bisa diberlakukan atau tidak. Termasuk syariat Islam. Pemberlakuan syariat Islam secara sempurna, tentu hanya mimpi selama sistem negara yang dianut adalah demokrasi. Karena secara diametral, antara Islam dan demokrasi memiliki prinsip dasar yang tak bisa dikomparasikan.
Irsyad Manji, bebas berkeliaran di Indonesia. Mengampanyekan idenya. Negara pun seolah membiarkan. Karena memang yang menjadi asasnya adalah demokrasi. Konsekuensinya harus menjamin kebebasan berpendapat. Termasuk kebebasan berpendapatnya Irsyad Manji.
Dan, negara adalah institusi yang paling bisa menerapkan hukuman berat kepada penerus tradisi Kaum Sodom.
Andai saja negara ini berdasakan pada syariat Islam, maka pelaku homoseks dan lesbian, tak akan ada. Karena bagi mereka, hukuman mati adalah hukuman yang paling pantas.Rasulullah pernah berpesa, "Siapapun yang kalian temui melakukan perbuatan kaum Luth, maka hukum matilah dia. Baik yang melakukan maupun yang diperlakukan." (HR. Al Khamsah kecuali Nasa'i).
Juga mengutip pendapat Abdurrahman Al Maliki dalam Kitab Nizham Al Uqubat. Beliau berkisah, Abu Bakar Ash Shidiq pernah bertanya kepada para sahabat. Tentang hukuman lelaki yang menggauli sesama lelaki. Maka serempak semua sahabat bersepakat, menghukum mati sang lelaki.
Inilah cara syariat Islam menjaga kesucian masyarakat. Memutuskan kebiasaan Kaum Sodom, yang ingkar pada seruan Allah. Jadi, bila menginginkan individu, masyarakat dan negara bersih, Islam adalah jawabannya.***
 
Oleh: Adi Wijaya
Advisory Staf Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus
Sumber: Tribun Timur
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
89185 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas