Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Iduladha 1447 H

DPKP Klaim Belum Ada Hewan Kurban Terkena PMK dan Antraks di Wajo, 2.000 Hewan Layak Dikurbankan

Hal itu menyusul karena gencarnya sosialisasi dari DPKP Wajo terhadap peternak dan pedagang hewan, khususnya hewan kurban.

Tayang:
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Sakinah Sudin
Dok. DPKP Wajo /drh Bone Ramadan
HEWAN KURBAN - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo saat memeriksa hewan kurban di Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Sabtu (23/5/2026). Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Wajo mengklaim belum ada hewan terkena PMK dan Antraks jelang Iduladha 1447 Hijriah 

Ringkasan Berita:
  • DPKP Wajo memastikan belum ada hewan kurban terpapar PMK maupun antraks jelang Iduladha 1447 H.
  • Sebanyak 2.000 lebih hewan kurban telah diperiksa dan dinyatakan sehat oleh sekitar 30 petugas di 14 kecamatan.
  • Pemeriksaan difokuskan di tiga Puskeswan: Majauleng, Tanasitolo, dan Pammana.

 

TRIBUNTIMUR.COM, WAJO - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), klaim belum ada hewan kurban terkena Penyakit Mulu dan Kuku (PMK) jelang Iduladha 1447 Hijriah.

Hal itu diungkap Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Wajo drh Bone Ramadan kepada Tribun-Timur.com, Minggu (24/5/2026).

"Sampai saat ini laporan dari petugas belum ada hewan kurban yang terkena penyakit," kata Bone Ramadan.

"Baik itu gejala penyakit PMK maupun antraks (penyakit infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis)," jelasnya.

Lanjut, kata drh Bone, hal itu menyusul karena gencarnya sosialisasi dari DPKP Wajo terhadap peternak dan pedagang hewan, khususnya hewan kurban.

"Karena sebelum itu kami gencar sosialisasi sembari memberikan tips memeriksa hewan secara mandiri," tuturnya.

Lanjut Bone Ramadan, ribuan hewan kurban telah diperiksa tiga hari jelang Iduladha 1447 H.

"Progres pemeriksaan sudah hampir rampung, total 2.000 lebih sudah kami periksa dan semua hewan kondisi sehat dan siap dikurbankan," ujar Bone Ramadan.

Terlebih, pihaknya menurunkan puluhan petugas dibantu penyuluh pertanian masing-masing Kecamatan.

"Ada sekitar 29 sampai 30 petugas yang akan memeriksa hewan kurban di 14 Kecamatan se Kabupaten Wajo," imbuhnya.

Pemeriksaan hewan di fokuskan di tiga Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).

"Ada tiga lokasi titik pemeriksaan hewan nantinya, Puskeswan Majauleng, Tanasitolo dan Pammana. Nanti fokusnya di situ," katanya.

"Kami juga akan jadwalkan periksa hewan kurban masing-masing di kandang peternak. Tapi fokus dulu di tiga titik itu," jelas Bone Ramadan.

Salah satu pedagang hewan kurban di Kecamatan Tanasitolo, Rahma, mengatakan, pemberian pakan hijau ke hewan ternak sebanyak tiga kali sehari. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved