Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Proyek Air Bersih Rp34,7 Miliar di Sengkang Terhenti, Andi Iwan Aras: Tahun Ini Dilanjutkan

Proyek bernilai puluhan miliar rupiah tersebut sebelumnya terhenti sejak 2024 setelah kontrak dengan pelaksana diputus.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/M. Jabal Qubais
SPAM SENGKANG - Bupati Wajo Andi Rosman (kiri), Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras (tengah), dan Ketua Komisi III DPRD Wajo Andi Bayuni Marzuki (kanan). AIA memastikan proyek SPAM Kota Sengkang akan dilanjutkan tahun ini. 

TRIBUN-TIMUR.COM, WAJO – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA), memastikan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Sengkang akan kembali dilanjutkan tahun ini.

Proyek bernilai puluhan miliar rupiah tersebut sebelumnya terhenti sejak 2024 setelah kontrak dengan pelaksana diputus.

AIA menegaskan proyek tersebut akan kembali dilelang agar pengerjaannya dapat dilanjutkan.

Namun sebelum proses itu, terlebih dahulu akan dilakukan perhitungan ulang oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Semuanya akan dihitung ulang BPKP dari pelaksana yang sudah diputus kontraknya sebelumnya,” ujar AIA saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com melalui telepon WhatsApp, Rabu (11/3/2026).

Setelah proses perhitungan selesai, proyek tersebut akan kembali dilelang untuk menunjuk rekanan baru yang akan menyelesaikan pekerjaan.

“Setelah perhitungan selesai, selanjutnya akan diproses lelang kembali tahun ini dan menunjuk rekanan baru untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut,” tegas Wakil Ketua Komisi V DPR RI itu.

Diketahui, proyek SPAM Kota Sengkang sebelumnya dikerjakan oleh PT RIS Putra Delta dengan anggaran Rp34,7 miliar yang bersumber dari APBN Tahun 2023.

DPRD Wajo Desak Proyek Dilanjutkan

Komisi III DPRD Wajo juga mendesak agar pembangunan jaringan pipa SPAM Kota Sengkang segera dilanjutkan.

Ketua Komisi III DPRD Wajo, Andi Bayuni Marzuki, menyebut proyek tersebut menjadi prioritas karena banyaknya keluhan masyarakat terkait kelanjutan pembangunan, khususnya di Kecamatan Tempe.

“Harus dilanjutkan karena masyarakat sebagai penerima manfaat terus bertanya kapan proyek air bersih itu bisa dinikmati,” ujarnya saat ditemui Tribun-Timur.com di Rumah Tua Cafe, Jumat (27/2/2026).

Ia menjelaskan, proyek pembangunan jaringan perpipaan SPAM tersebut sebelumnya mendapat alokasi anggaran dari APBN sebesar Rp34.724.000.000.

“Betul, anggaran tahun 2023–2024 untuk pembangunan jaringan perpipaan SPAM Kota Sengkang, tetapi pengerjaannya dihentikan,” katanya.

Menurut Andi Bayuni, proyek tersebut dihentikan karena pihak penyedia dinilai tidak menunjukkan keseriusan dalam menyelesaikan pekerjaan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved