Konflik PBNU
Gus Yahya Vs Zulfa Mustofa, PCNU Wajo Tawarkan Solusi Perdamaian
Meski begitu, dirinya berharap polemik dalam menentukan nahkoda baru PBNU dapat menemukan titik terang.
Tayang:
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/M. Jabal Qubais
KONFLIK PBNU - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Wajo, Syamsul Bahri. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Wajo akui belum mengambil langkah soal ketetapan Ketua baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Menurut M Nuh, Zulfa akan melaksanakan tugas-tugasnya sebagai Pj Ketum sampai Muktamar PBNU digelar pada 2026 mendatang.
Namun, penetapan Pj Ketum itu, dinilai Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) tidak sah menurut Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PBNU.
Sebab, pleno hanya bisa diadakan oleh jajarah Syuriyah (dewan ulama) bersama Tanfidziyah (badan pelaksana harian).
"Yang mengundang hanya Syuriyah, ini ndak bisa, karena harus, pleno itu harus diundang oleh Syuriyah dan Tanfidziyah," kata Gus Yahya, terpisah.
Ia menambahkan, di tubuh PBNU tidak mungkin ada dua ketua umum. Sementara, perubahan ketua umum, menurutnya, hanya bisa dilakukan melalui muktamar, yang pelaksanaannya harus sesuai dengan AD/ART.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Syamsul-Bahri-kETUA-PCNU-WAJO.jpg)