Dampak Hubungan Gonta-ganti Pasangan, Dinkes Ungkap 50 Warga Wajo Terpapar HIV - AIDS
Turunnya kasus AIDS di Wajo, jelas Ibrahim merupakan hasil dari masifnya upaya deteksi dini Dinas Kesehatan.
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Ansar
TRIBUNTIMUR.COM, WAJO – Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo mencatat 42 kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan 8 kasus AIDS (Acquired Immuno-Deficiency Syndrome) sepanjang 2025.
Total penderita HIV/AIDS tahun ini, 50 orang.
Penanggung Jawab Program HIV Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wajo, Ibrahim mengatakan jumlah tersebut turun signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Hal itu disampaikan Ibrahim saat ditemui Reporter Tribun-Timur.com, Jabal di kantor Dinas Kesehatan Wajo, Kamis (4/12/2025).
Ibrahim duduk berdampingan Kepala Dinas Kesehatan Wajo, drg Armin.
Kedua kompak mengenakan kemeja putih sebagai pakaian dinas harian Pegawai Negeri Sipil (PNS) Wajo.
“Betul, di tahun 2019, ada 14 kasus AIDS di Wajo. Setiap tahun turun secara signifikan, tahun lalu tepatnya 2024 itu turun lagi jadi 10 kasus dan tahun ini, 8 kasus,” papar Ibrahim.
Turunnya kasus AIDS di Wajo, jelas Ibrahim merupakan hasil dari masifnya upaya deteksi dini yang digenjot Dinas Kesehatan.
“Ini semua hasil dari upaya deteksi dini, edukasi kesehatan, serta layanan konseling yang dilakukan hampir di semua fasilitas kesehatan. Terlebih lagi Dinkes Wajo aktif melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai dorongan dari program pemerintah pusat,” sebutnya.
Ia menambahkan HIV/AIDS di Wajo tersebar karena sebagian besar dipicu perilaku berisiko.
“Seperti hubungan seksual tidak aman, berganti-ganti pasangan, serta aktivitas lainnya yang dilakukan sebagian masyarakat saat berada di luar daerah,” tambah Ibrahim.
Meski begitu, ia mengaku tingkat kematian akibat HIV/AIDS masih relatif minim, khususnya di Wajo.
Sebab, penderita diwajibkan menjalani terapi ARV secara rutin untuk memperpanjang usia dan meningkatkan kualitas hidup.
“Termasuk dinas kesehatan dan rumah sakit, membuka layanan skrining HIV/AIDS bagi masyarakat, terutama kelompok rentan dan pengguna narkoba,” katanya.
“Deteksi dini sangat penting. Kami membuka akses skrining seluas-luasnya untuk masyarakat, agar penularan bisa dicegah sedini mungkin,” sambungya.
| Disdikbud Wajo Borong Dua Penghargaan di Hardiknas 2026 |
|
|---|
| BPS Wajo dan Pemkab Canangkan Program Desa Cantik 2026 |
|
|---|
| Tim Pemeriksa Hewan Kurban Dibentuk DPKP Wajo 2 Minggu Jelang Idul Adha 2026 |
|
|---|
| Wabup Wajo Hadiri Wisuda 440 Lulusan UT Makassar, Dorong Jadi Penggerak Pembangunan Daerah |
|
|---|
| Wajo Siaga El Nino 2026, Satpol PP-Damkar Antisipasi Karhutla dan Kekeringan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ibrahim-dan-Armin-Wajo.jpg)