Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Petani Wajo: Gabah Kami Dibeli Murah, Tolong Pak Prabowo!

Petani di Wajo rugi karena gabah dibeli tengkulak di bawah HPP. Mereka berharap Presiden Prabowo dan Pemkab Wajo segera ambil tindakan.

Tayang:
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Sukmawati Ibrahim
Jabal Qubais/Tribun Timur
GABAH TURUN – Petani di Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, saat beraktivitas di sawah. Mereka keluhkan harga gabah yang dibeli tengkulak di bawah HPP. 
Ringkasan Berita:
  • Petani di Sabbangparu, Wajo, mengeluhkan harga gabah kering yang dibeli tengkulak hanya Rp6.200 per kilogram, jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). 
  • Mereka berharap Presiden Prabowo dan Pemkab Wajo segera turun tangan. 
  • Petani juga menyayangkan Bulog tak lagi menyerap gabah langsung, sehingga terpaksa menjual ke pengepul dengan potongan berat yang lebih besar. 

TRIBUNTIMUR.COM, WAJO – Sejumlah petani di Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, mengeluhkan harga gabah turun drastis.

Gabah kering dijual ke tengkulak hanya Rp6.200 per kilogram, jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.

“Turun sekali harganya, Pak. Saya jual ke tengkulak dekat rumah itu hanya Rp6.200 per kilo,” ujar Ambo Amang, petani di Sabbangparu pada Tribun-Timur.com melalui pesan WhatsApp, Senin (3/11/2025).

Ia menyebut harga tersebut merugikan petani karena tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah.

“Tolong Pak Prabowo dan jajaran buat kebijakan yang pro kepada rakyat. Intinya gabah petani yang dibeli tengkulak rata-rata di bawah HPP semua,” sambungnya.

Ambo berharap Pemerintah Kabupaten Wajo segera turun tangan menangani persoalan ini.

“Kalau begini terus, yang rugi besar pasti petani. Kasihan,” pintanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bulog Cabang Wajo, Farid Nur, menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri.

“Kami koordinasi dulu dengan semua stakeholder. Semestinya gabah petani tidak boleh dibeli di bawah harga pembelian pemerintah,” katanya.

Farid juga menyebut pihaknya akan mengecek langsung ke lokasi.

“Iya, internal Bulog akan mengecek ke lokasi tersebut terlebih dahulu,” ujarnya.

Sebelumnya, Ambo juga menyayangkan gabah kini tak lagi dibeli langsung oleh Bulog.

“Tidak dibelimi gabah sama Bulog,” katanya saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com, Rabu (24/9/2025).

Akibatnya, petani kembali menjual gabah ke pengepul.

Meski harga sempat naik ke Rp6.800 per kilogram, ia tetap merasa belum puas dengan kebijakan pemerintah.

“Kalau bisa seperti dulu, Bulog turun langsung ambil gabah petani. Timbangan Bulog itu pas, tidak banyak potongannya,” ucap Ambo.

Ia menjelaskan, jika menjual ke Bulog, satu karung gabah seberat 100 kg hanya dipotong 1–2 kg untuk berat karung.

Di pengepul, potongannya bisa mencapai 10 kg.

“Kalau kita jual 100 kg ke pengepul, kadang terima bersih cuma 90–95 kg. Karena banyak potongannya, mulai karung, gabah agak basah, dan lain-lain,” jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Wajo, Andi Pameneri, belum memberikan keterangan.

Begitu pula Kepala Bulog Wajo, Farid Nur. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved