Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Slip Gaji Guru Honorer Viral, Sebulan Terima Rp66 Ribu

Dalam unggahan tersebut, tampak selembar kertas slip gaji menunjukkan, guru tersebut hanya menerima Rp66 ribu.

Tayang:
Editor: Ansar
Tribunnews.com/Instagram
GURU HONORER - Tangkapan layar curhatan guru honorer spill slip gaji mengajar Rp66 ribu sebulan, viral di media sosial. Ia curhat, nominal tersebut hanya cukup untuk bensin selama seminggu. (Instagram/akangguru) 

TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang guru honorer menjadi perhatian setelah mengunggah slip gajinya selama satu bulan mengajar.

Nominal yang tercantum di kertas putih itu dinilai memprihatinkan.

Slip gaji guru honorer itu dibagikan melalui akun Threads Instagram @akangguru pada Senin (17/11/2025). 

Dalam unggahan tersebut, tampak selembar kertas slip gaji menunjukkan, guru tersebut hanya menerima Rp66 ribu.

Jumlah itu, sisa dari honor mengajar selama sebulan. 

Berdasarkan rincian, honorer itu mendapat Rp300.000 dari 15 jam mengajar dengan tarif Rp20.000 per jam, serta biaya transportasi sebesar Rp216.000 untuk 27 kali hadir.

Total honor seharusnya Rp516.000.

Namun, karena guru honorer itu memiliki pinjaman koperasi, setiap bulan gajinya dipotong Rp450.000.

Akibatnya, honor dibawa pulang hanya tersisa Rp66.000.

Pada slip gaji itu juga tertera bahwa honor tersebut adalah untuk bulan Oktober 2025, yang diterimanya pada 5 November 2025 setelah ditandatangani bendahara.

Dalam keterangannya, guru honorer tersebut menyampaikan keluh kesahnya dan mengaku bahwa gaji Rp66 ribu itu hanya cukup untuk membeli bensin selama satu minggu.

"Gaji bulan ini cuma cukup buat bensin seminggu," tulis sang guru, mengutip Tribun Jabar.

Meski gaji yang diterima tak seberapa, sang guru dengan kerendahan hati tetap semangat mengajar setelah melihat senyum para muridnya.

"Tapi tetap berangkat ngajar, karena senyum anak-anak itu yang bikin semangat," ungkapnya.

Kemudian guru honorer tersebut mengutarakan pikirannya, apakah ia bisa mempunyai penghasilan tambahan.

"Kadang mikir, apa bisa ya guru honorer juga punya penghasilan tambahan tanpa tinggalin kelas?" tulisnya.

Setelah ditelusuri, ternyata kini guru honorer tersebut juga mengasah keahliannya di bidang lain.

Dalam bio Instagramnya, tercantum bahwa ia mengaku memiliki pengalaman 10 tahun lebih di digital marketing.

Ia juga menuliskan, saat ini ia juga mengulik produk digital.

Dalam komentar lainnya, guru honorer tersebut mengungkap fakta lain.

Ia mengaku hanya pernah mengajar sebagai guru dan merasakan fakta soal gaji tersebut.

Sayangnya, ia tak menjelaskan lebih detail apakah slip gaji yang dibagikannya tersebut benar atau tidak.

Namun, ia membeberkan klarifikasi bahwa slip gaji tersebut bukan semata untuk mencari perhatian netizen.

"Ini study kasus general real ya sodas sendiri yang mengalaminya, dan karena saya ada pengalaman di digital marketing saya ajak lah sodara saya itu buat belajar bikin produk digital tanpa harus meninggalkan ngejar dan mungkin di luar sana juga ada yang mengalami hal yang sama

Jadi bukan bermaksud untuk mempermainkan dan hanya mencari engagement. Tapi saya akan coba bantu sharing pengalaman," paparnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya juga pernah menjadi guru honorer dan mengajar.

Lalu, ia menyampaikan curhatannya bahwa selama mengajar, dirinya ikut belajar.

Yakni bahwa mengajar bukan hanya transfer ilmu, tapi juga transfer harapan.

"Dulu saya pernah mengajar, gak lama tapi, cukup buat bikin saya ngerti satu hal: ngajar itu bukan cuma transfer ilmu tapi transfer harapan," tulisnya.

GURU HONORER - Tangkapan layar curhatan guru honorer spill slip gaji
GURU HONORER - Tangkapan layar curhatan guru honorer spill slip gaji mengajar Rp66 ribu sebulan, viral di media sosial. Ia curhat, nominal tersebut hanya cukup untuk bensin selama seminggu. (Instagram/akangguru)

Ia membagikan curhatan tersebut sembari membagikan foto kenangannya saat mengajar sebagai guru honorer.

Lalu ia kembali curhat bahwa seorang guru honorer terlihat kuat, padahal gaji tidak seberapa.

"Makannya tiap lihat guru honorer, saya selalu mikir: mereka ini pahlawan tanpa panggung," tulisnya.

Kemudian ia menyampaikan pesan dan ucapan terima kasih kepada para guru.

"Buat teman-teman guru honorer yang masing berjuang: kalian mungkin gak merasa spesial, tapi banyak banget orang yang hidupnya berubah karena kalian.

Terima kasih sudah mengajar, bahkan ketika dunia sering lupa menghargai. Semoga pintu-pintu rezeki yang lebih baik kemuka satu per satu," tutupnya.

Kisah lainnya

Sementara itu, sebanyak 16 guru honorer di SMAN 12 Kabupaten Kaur ternyata menerima bayaran Rp12.000 per jam.

Uang untuk bayaran para guru honorer tersebut bersumber dari urunan wali murid.

Praktik ini diungkap anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring.

"Jadi, awalnya kami kunjungan ke SMA Negeri 12 Kabupaten Kaur itu merespons aksi para siswa di media sosial yang meminta Gubernur dan presiden agar gedung sekolah mereka dibangun," kata Usin saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (31/10/2025).

Sekolah yang berlokasi di Desa Bukit Indah, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, tersebut berada di wilayah terpencil dengan akses jalan tanah kuning yang rusak.

Selama tiga tahun terakhir, kegiatan belajar mengajar dilakukan di gedung milik SMPN 22 Nasal.

"Ada 130 siswa, kelas X 53 siswa, kelas XI 50 siswa, kelas XII 25 siswa," kata Usin, melansir Kompas.com.

"Saat kami mengunjungi sekolah diketahui sekolah mereka masih menumpang dengan SMP 22 Nasal," ujar Usin.

Sekolah tersebut dipimpin seorang pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah yang juga merupakan guru tetap di SMKN 4 Kaur.

Menurut Usin, total ada 22 guru di sekolah tersebut, terdiri dari ASN, PPPK, paruh waktu, dan honorer.

"Dari situ kami temukan ada 16 honorer sekolah yang digaji Rp12.000 per jam," ucap Usin.

"Uang gaji para guru honorer sekolah itu didapat dari urunan para wali murid," ungkapnya.

Meski digaji dari urunan wali murid, para guru honorer mengaku tetap ikhlas menjalani tugasnya karena ingin anak-anak di daerah tersebut terus bersekolah.

"Jadi, karena SMA jauh sebelum ada SMAN 12, siswa tamat SMP kalau harus melanjutkan SMA harus kos karena SMA terdekat jauh dari desa," tuturnya.

"Untuk tamatan SMP yang tidak melanjutkan SMA maka menikah cepat," jelas Usin.

Atas temuan tersebut, DPRD Provinsi Bengkulu berjanji akan mengawal usulan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) bagi SMA Negeri 12 Kaur.

"Kami sudah koordinasi dengan dinas, usulan USB sudah disampaikan ke kementerian pendidikan dan kebudayaan. Kami akan kawal agar SMA ini mendapat ruang baru dan permanen," kata Usin.

Ia menambahkan, apabila sekolah tersebut memiliki gedung baru, sekitar sembilan desa terdekat dapat menyekolahkan anak-anaknya tanpa harus jauh.

"Ada sembilan desa anak-anaknya bisa sekolah di SMA Negeri 12 kalau gedung barunya tersedia," ucapnya.

DPRD juga berkomitmen untuk membantu proses hibah tanah dan pematangan lahan.

Dalam kunjungan tersebut, DPRD menyerahkan seperangkat komputer dan printer kepada pihak sekolah.

"Selama ini para guru menggunakan monitor komputer lawas dan CPU rusak yang mereka rakit sendiri untuk memenuhi kebutuhan administrasi sekolah," tutup Usin.

(TribunJatim /TribunNewsMaker.com )

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved