Tolak Proyek Geothermal
Tiga Alasan Gerakan Pemuda Sangsangallaran Tolak Geothermal di Sangalla Tana Toraja
Aksi unjuk rasa berlangsung di kantor DPRD Kabupaten Tana Toraja, Kelurahan Bombongan, Kecamatan Makale
Penulis: Anastasya Saidong Ridwan | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKALE - Gerakan Pemuda Sangsangallaran Menolak Geothermal menggelar aksi demonstrasi menolak rencana pembangunan dan eksplorasi energi panas bumi (geothermal) yang akan dibangun di Dusun Wala, Lembang Tokesan, Kecamatan Sanggalla Selatan, Tana Toraja.
Aksi unjuk rasa berlangsung di kantor DPRD Kabupaten Tana Toraja, Kelurahan Bombongan, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Senin (25/5/2026).
Untuk diketahui, Sangsangallaran gabungan dua kata, yakni Sang yang berarti bagian dan Sangallaran sebagai wilayah meliputi dua kecamatan.
Sangsangallaran berarti orang-orang yang menjadi bagian dari wilayah Sangalla.
Wilayah Sangalla meliputi Kecamatan Sangalla, Sangalla Utara dan Sangalla Selatan, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
Baca juga: BREAKING NEWS: Sangsangallaran Demo Tolak Proyek Geothermal di DPRD Tana Toraja
Pengunjuk rasa menyampaikan tiga alasan utama penolakan terhadap rencana proyek geothermal.
Di hadapan anggota DPRD, Ketua Umum Gerakan Pemuda Sangsangallaran Garsia R.B mengatakan penolakan didasarkan pada kajian multidimensi, evaluasi terhadap proyek geothermal di sejumlah daerah lain di Indonesia, serta aspirasi masyarakat setempat.
“Kami memandang klaim proyek geothermal sebagai energi bersih dan ramah lingkungan adalah sebuah narasi manipulatif," katanya.
"Proyek skala besar ini pada kenyataannya merupakan bentuk industri ekstraktif yang membawa daya rusak dan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat lokal,” tambahnya.
Berikut tiga alasan penolakan yang disampaikan massa aksi:
1. Ancaman terhadap ruang hidup dan keselamatan warga
Gerakan Pemuda Sangsangallaran menilai proses pengeboran geothermal berpotensi memicu aktivitas seismik atau gempa minor, pencemaran udara akibat pelepasan gas hidrogen sulfida, hingga risiko semburan liar di sekitar wilayah proyek.
Menurut mereka, potensi tersebut dapat berdampak terhadap keselamatan masyarakat yang bermukim di sekitar area eksplorasi.
2. Dikhawatirkan berdampak pada sumber air dan pertanian
Alasan kedua berkaitan dengan potensi gangguan terhadap siklus hidrologi dan sektor pertanian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pemuda-sangsangallaran-tolak-geo.jpg)